BagusTech – Persaingan perbankan digital semakin ketat, dan kebutuhan nasabah digital-savvy meningkat dari tahun ke tahun. Di tengah perubahan cepat ini, Jenius mengambil langkah strategis dengan memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai motor penggerak berbagai inovasi. Pendekatan ini tidak hanya membuat layanan lebih efisien, tetapi juga memberikan pengalaman yang lebih personal dan aman.
Gelaran SMBC Indonesia Tech Connect di Jakarta memperlihatkan bagaimana SMBC Indonesia mendorong dialog terbuka tentang peran teknologi di industri keuangan. Forum ini memperlihatkan posisi Jenius sebagai layanan digital yang serius membangun masa depan perbankan yang lebih relevan dengan gaya hidup modern.
Baca Juga
- Cek Promo “Hoki Go Lucky” Ulang Tahun Bank Jenius ke-8
- Meta Hadirkan Lebih Banyak AI Ke Publikasi Video Facebook
- Hadirkan 19.000 Pekerjaan, Jobstreet Express Jadi Pilihan Industri
AI Jadi Fondasi Layanan Jenius

Wakil Direktur Utama SMBC Indonesia, Michellina Laksmi Triwardhany, menekankan bahwa AI kini menjadi fondasi utama pengembangan layanan finansial. Ia melihat teknologi ini sebagai kunci dalam menciptakan layanan yang cepat, aman, dan sesuai kebutuhan pengguna.
OJK juga menyebut bahwa AI mendorong transformasi operasional lembaga keuangan. Dengan teknologi ini, bank bisa bekerja lebih efisien, menjangkau lebih banyak pengguna, dan menawarkan layanan yang lebih personal.

Dalam sesi panel Tech Connect, Irwan Tisnabudi, Head of Digital Banking SMBC Indonesia, menjelaskan bagaimana Jenius memanfaatkan teknologi untuk menyederhanakan transaksi dan meningkatkan kenyamanan nasabah. Ia menegaskan bahwa Jenius ingin menghadirkan pengalaman yang mudah, aman, dan relevan.
Beberapa inovasi yang Jenius terapkan antara lain:
- Liveness Biometric dan Device Intelligence untuk memverifikasi identitas pengguna secara akurat dan mengurangi risiko penipuan.
- Chatbot berbasis AI yang bekerja berdampingan dengan tim manusia agar nasabah memperoleh respon cepat sekaligus pengalaman komunikasi yang lebih natural.
- Marketing Automation yang menghadirkan pesan dan penawaran sesuai kebutuhan setiap pengguna.
Irwan juga menekankan pentingnya menjaga etika, keamanan data, dan privasi ketika mengembangkan teknologi baru.
Ekosistem AI di Indonesia

Founder Kata.ai, Irzan Raditya, melihat ekosistem teknologi Indonesia berada di fase pertumbuhan yang menjanjikan. Kesiapan regulasi, pertumbuhan industri digital, dan kolaborasi antara perusahaan teknologi dan perbankan membuka jalan bagi pemanfaatan AI yang lebih luas.
Menurut Irzan, AI tidak lagi hanya berfungsi mempercepat proses, tetapi sudah menjadi alat untuk menciptakan pengalaman layanan yang lebih relevan dan personal.
SMBC Indonesia memastikan bahwa Tech Connect menjadi ajang rutin untuk memperkuat pemahaman industri mengenai teknologi finansial. Keputusan ini sejalan dengan strategi Jenius yang terus membangun layanan life finance yang inklusif bagi masyarakat modern.
Pemanfaatan AI dalam biometrik, machine learning, dan analisis perilaku menunjukkan bahwa masa depan layanan perbankan akan bergerak ke arah yang lebih personal. Jenius berada di posisi penting untuk memimpin transformasi tersebut.
(*)

