BagusTech – Intel mulai menghadirkan laptop berbasis prosesor Intel Core Ultra Series 3 di Indonesia. Platform terbaru ini menjadi langkah penting bagi Intel untuk memperluas kategori AI PC di pasar laptop nasional. Sejumlah produsen laptop global seperti ASUS, Acer, Dell, HP, Lenovo, dan MSI sudah menyiapkan perangkat yang menggunakan prosesor generasi terbaru tersebut.
Peluncuran ini memperlihatkan perubahan arah industri komputer pribadi. Produsen chip tidak lagi hanya berfokus pada peningkatan kecepatan CPU. Mereka mulai mengintegrasikan kemampuan kecerdasan buatan langsung di perangkat agar laptop mampu menjalankan berbagai fitur AI secara lokal.
Intel Core Ultra Series 3 diperkenalkan sebagai bagian dari roadmap komputasi client terbaru. Prosesor ini sebelumnya dikenal dengan nama kode Panther Lake dan pertama kali diperkenalkan pada awal 2026. Kini Intel mulai membawa platform tersebut ke pasar Indonesia melalui berbagai model laptop yang akan hadir sepanjang tahun.
Baca Juga
- Intel Gunakan Teknologi 18A Untuk Arsitektur Panther Lake
- Intel Core Ultra 200HX Plus Rilis, Fokus Laptop Kencang
- Intel Core Ultra Series 3 Resmi Masuk Segmen Edge & Embedded
Intel Core Ultra Series 3 Dorong Ekosistem AI PC Lewat
Intel memosisikan Intel Core Ultra Series 3 sebagai fondasi utama bagi generasi AI PC berikutnya. Platform ini dirancang untuk menjalankan berbagai beban kerja berbasis kecerdasan buatan langsung di perangkat tanpa harus selalu bergantung pada komputasi cloud.

Kemampuan tersebut menjadi semakin relevan karena semakin banyak aplikasi yang memanfaatkan AI. Fitur seperti pengolahan gambar, pembuatan konten, produktivitas berbasis AI, hingga kolaborasi digital kini mulai menjadi kebutuhan sehari‑hari bagi pengguna laptop.
Intel ingin memastikan laptop generasi baru mampu menangani beban kerja tersebut dengan lebih efisien. Karena itu perusahaan mendorong adopsi luas dengan menggandeng banyak produsen perangkat sekaligus.

Dengan strategi tersebut, Intel berharap AI PC dapat menjangkau berbagai segmen pasar, mulai dari konsumen umum hingga pengguna profesional.
Teknologi Intel 18A dan Integrasi CPU, GPU, serta NPU
Intel Core Ultra Series 3 menggunakan teknologi proses Intel 18A yang menjadi salah satu fondasi arsitektur terbaru perusahaan. Intel merancang platform ini untuk memberikan peningkatan pada performa komputasi, grafis, serta kemampuan AI.
Intel menggabungkan CPU, GPU, dan neural processing unit (NPU) dalam satu paket prosesor. Pendekatan ini memungkinkan sistem mendistribusikan beban kerja secara lebih efisien sesuai kebutuhan.

CPU menangani tugas komputasi utama, GPU menjalankan pemrosesan grafis, sementara NPU mengelola beban kerja AI. Kombinasi tersebut membantu laptop menjalankan fitur AI dengan lebih cepat dan efisien.
Intel menyebut NPU pada Intel Core Ultra Series 3 mampu mencapai performa hingga 50 TOPS untuk pemrosesan AI di perangkat. Angka ini menjadi indikator penting dalam kategori AI PC karena menunjukkan kemampuan sistem menjalankan model AI secara lokal.
Bagi pengguna, kemampuan tersebut dapat menghadirkan fitur AI yang lebih responsif, mulai dari peningkatan kualitas video conference, pengolahan foto otomatis, hingga berbagai fitur produktivitas berbasis kecerdasan buatan.
Grafis Xe3 dan Efisiensi Daya Lebih Tinggi
Selain kemampuan AI, Intel juga meningkatkan aspek grafis dan efisiensi daya pada platform ini.
Intel Core Ultra Series 3 menggunakan arsitektur grafis Xe3 terintegrasi. Teknologi grafis baru ini bertujuan meningkatkan performa visual pada laptop tipis dan ringan. Pengguna dapat menjalankan aplikasi kreatif, multimedia, hingga gaming ringan tanpa harus menggunakan GPU diskrit.
Intel juga menekankan peningkatan efisiensi daya pada prosesor generasi ini. Perusahaan merancang platform tersebut agar mampu menghadirkan daya tahan baterai lebih baik pada laptop berbasis AI PC.
Efisiensi ini penting karena fitur AI sering memerlukan pemrosesan tambahan yang dapat meningkatkan konsumsi daya. Dengan optimasi arsitektur baru, Intel berupaya menjaga keseimbangan antara performa dan mobilitas.
Lebih dari 200 Desain Laptop Siap Hadir
Intel menyebut lebih dari 200 desain laptop secara global akan menggunakan prosesor Intel Core Ultra Series 3. Perangkat tersebut mencakup berbagai kategori, termasuk laptop premium, sistem gaming, hingga perangkat komersial untuk bisnis.
Kehadiran ratusan desain laptop tersebut memperlihatkan skala strategi Intel dalam membangun ekosistem AI PC. Intel tidak hanya menghadirkan satu atau dua perangkat flagship, tetapi juga mendorong berbagai produsen untuk mengadopsi platform baru ini.
Bagi pasar Indonesia, hal ini membuka peluang hadirnya pilihan laptop yang lebih luas sepanjang 2026. Konsumen akan menemukan perangkat dengan berbagai ukuran, desain, dan harga.
Beberapa laptop akan menargetkan pengguna yang membutuhkan mobilitas tinggi seperti pekerja profesional dan pelajar. Sementara model lain akan menyasar kreator konten dan gamer yang membutuhkan performa lebih tinggi.
Country Manager Intel Indonesia, Harry K. Nugraha, mengatakan Intel Core Ultra Series 3 menjadi langkah penting dalam pengembangan platform komputasi Intel.
“Intel Core Ultra Series 3 merupakan langkah maju yang signifikan dalam roadmap komputasi client kami,” kata Harry.
Ia menilai platform ini membawa kombinasi performa tinggi, kemampuan AI yang lebih canggih, serta efisiensi daya yang lebih baik. Intel juga ingin membantu pengguna di Indonesia memanfaatkan teknologi AI secara lebih luas.
Menurutnya, adopsi teknologi digital di Indonesia terus berkembang. Karena itu Intel ingin menghadirkan perangkat yang mampu mendukung berbagai kebutuhan komputasi modern.
Berikut line up Intel Core Ultra Series 3 yang telah disesuaikan ketat dengan tabel resmi Product Brief Intel. Struktur di bawah mengikuti pemisahan SKU sebenarnya: Ultra X9, Ultra 9, Ultra X7, Ultra 7, dan Ultra 5, tanpa menyederhanakan atau mencampur kelas.
Core Ultra X9 & Core Ultra 9 (H‑Series)
Intel memosisikan Ultra X9 dan Ultra 9 sebagai dua varian tertinggi di Intel Core Ultra Series 3, namun dengan perbedaan peran yang sangat jelas. Ultra X9 menjadi SKU performa grafis maksimum, sementara Ultra 9 non‑X menyasar laptop premium dengan fokus efisiensi dan AI.
| Model | Kelas | Total Cores & Threads | P‑Core Max Turbo | Intel Smart Cache | Integrated NPU | Graphics | Total Xe‑Cores | Processor Base Power | Maximum Turbo Power |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Intel Core Ultra X9 389H | Ultra X9 | 16 | 5,1 GHz | 18 MB | 50 TOPS | Intel Arc Pro B390 GPU | 12 | 25 W | 65–80 W |
| Intel Core Ultra 9 386H | Ultra 9 | 16 | 4,9 GHz | 18 MB | 50 TOPS | Intel® Graphics | 4 | 25 W | 65–80 W |
Core Ultra X7 & Core Ultra 7 (H‑Series)
| Model | Kelas | Total Core | P‑Core Max Turbo | Intel Smart Cache | Integrated NPU | Graphics | Total Xe‑Cores | Processor Base Power | Maximum Turbo Power |
| Intel Core Ultra X7 368H | Ultra X7 | 16 | 5,0 GHz | 18 MB | 50 TOPS | Intel Arc Pro B390 GPU | 12 | 25 W | 65–80 W |
| Intel Core Ultra 7 366H | Ultra 7 | 16 | 4,8 GHz | 18 MB | 50 TOPS | Intel® Graphics | 4 | 25 W | 65–80 W |
| Intel Core Ultra 7 365 | Ultra 7 | 8 | 4,8 GHz | 12 MB | 49 TOPS | Intel® Graphics | 4 | 25 W | 55 W |
| Intel Core Ultra X7 358H | Ultra X7 | 16 | 4,8 GHz | 18 MB | 50 TOPS | Intel Arc Pro B390 GPU | 12 | 25 W | 65–80 W |
| Intel Core Ultra 7 356H | Ultra 7 | 16 | 4,7 GHz | 18 MB | 50 TOPS | Intel® Graphics | 4 | 25 W | 65–80 W |
| Intel Core Ultra 7 355 | Ultra 7 | 8 | 4,7 GHz | 12 MB | 49 TOPS | Intel® Graphics | 4 | 25 W | 55 W |
Catatan penting:
- Ultra X7 hanya terdiri dari 368H dan 358H, ditandai GPU Arc Pro B390 dan 12 Xe‑core.
- Ultra 7 non‑X mencakup 366H, 356H (16‑core) serta 365 dan 355 (8‑core).
- Semua SKU Ultra 7 memakai Intel Graphics, bukan Arc Pro.
Core Ultra 5 (H‑Series & Non‑H)
| Model | Kelas | Total Core | P‑Core Max Turbo | Intel Smart Cache | Integrated NPU | Graphics | Total Xe‑Cores | Processor Base Power | Maximum Turbo Power |
| Intel Core Ultra 5 338H | Ultra 5 (H) | 12 | 4,7 GHz | 18 MB | 47 TOPS | Intel Arc Pro B370 GPU | 10 | 25 W | 65–80 W |
| Intel Core Ultra 5 336H | Ultra 5 (H) | 12 | 4,6 GHz | 18 MB | 47 TOPS | Intel® Graphics | 4 | 25 W | 65–80 W |
| Intel Core Ultra 5 335 | Ultra 5 | 8 | 4,6 GHz | 12 MB | 47 TOPS | Intel® Graphics | 4 | 25 W | 55 W |
| Intel Core Ultra 5 325 | Ultra 5 | 8 | 4,5 GHz | 12 MB | 47 TOPS | Intel® Graphics | 4 | 25 W | 55 W |
| Intel Core Ultra 5 332 | Ultra 5 | 8 | 4,4 GHz | 12 MB | 46 TOPS | Intel® Graphics | 2 | 25 W | 55 W |
| Intel Core Ultra 5 322 | Ultra 5 | 8 | 4,4 GHz | 12 MB | 46 TOPS | Intel® Graphics | 2 | 25 W | 55 W |
Catatan penting (Ultra 5):
- 338H dan 336H adalah satu‑satunya Ultra 5 H‑Series.
- 338H menjadi Ultra 5 dengan grafis terkuat berkat Arc Pro B370.
- 335, 325, 332, dan 322 merupakan Ultra 5 non‑H, ditujukan untuk laptop tipis dan efisien daya.
AI PC Mulai Masuk Arus Utama
Kehadiran Intel Core Ultra Series 3 menunjukkan bahwa AI PC mulai bergerak dari konsep menuju produk yang tersedia di pasar.
Industri laptop kini memasuki fase baru ketika kemampuan AI menjadi salah satu faktor penting dalam desain perangkat. Produsen tidak lagi hanya mengandalkan peningkatan performa CPU semata.
Sebaliknya, mereka mulai menggabungkan performa komputasi, grafis, efisiensi daya, dan pemrosesan AI dalam satu platform.
Bagi konsumen Indonesia, perkembangan ini berarti pilihan laptop akan semakin beragam dan canggih. Laptop tidak hanya menjadi alat kerja, tetapi juga perangkat yang mampu membantu pengguna menyelesaikan berbagai tugas dengan dukungan kecerdasan buatan.
Dengan semakin banyak perangkat yang mengadopsi teknologi ini, AI PC berpotensi menjadi standar baru dalam industri komputer pribadi dalam beberapa tahun ke depan.

