BagusTech – FUJIFILM Indonesia resmi meluncurkan instax mini Evo Cinema™ dan instax mini Link+™ ke pasar Tanah Air pada 28 Januari 2026. Kehadiran dua produk terbaru dari lini instax™ ini memperkuat strategi FUJIFILM dalam memperluas ekosistem fotografi instan dengan pendekatan yang lebih relevan bagi pengguna digital dan kreator konten.
Instax mini Evo Cinema dipasarkan dengan harga Rp 6.249.000 dan sudah tersedia di official store FUJIFILM Indonesia serta jaringan ritel resmi. Sementara itu, instax mini Link+ dibanderol Rp 2.299.000 dan saat ini memasuki masa pre-order, dengan jadwal ketersediaan penuh yang akan diumumkan kemudian.
Baca Juga
- Fitur-Fitur Menarik di Fujifilm X-M5, Mirrorless Compact Bisa Buat Bikin Video Vertikal
- Fitur Unggulan Instax Mini 41, Kamera Instan Retro Sejutaan
- Fujifilm X-T30 III Tawarkan Fitur Besar dalam Bodi Ringkas
Instax Mini Evo Cinema

Instax mini Evo Cinema hadir sebagai kamera instan hybrid yang menggabungkan pengalaman analog dengan teknologi digital. Kamera ini memungkinkan pengguna melihat hasil foto melalui layar LCD sebelum mencetaknya ke film instax™. Berbeda dari model Evo sebelumnya, varian Cinema juga mampu merekam video dan mengonversinya menjadi QR code yang tercetak bersama foto instan. Melalui QR code tersebut, pengguna dapat memutar kembali video yang direkam menggunakan smartphone.

FUJIFILM membekali mini Evo Cinema dengan fitur Eras Dial™, sebuah dial fisik yang menyediakan 10 efek visual terinspirasi dari berbagai era sinematografi, termasuk nuansa kamera film 8mm. Setiap efek menawarkan 10 tingkat penyesuaian, sehingga pengguna dapat menentukan karakter visual foto sejak proses pemotretan. Pendekatan ini menempatkan estetika visual sebagai bagian dari pengalaman memotret, bukan sekadar tahap pascaproduksi.

Dari sisi desain, instax mini Evo Cinema mengusung bodi dengan vertical grip yang terinspirasi kamera klasik FUJICA Single-8. FUJIFILM memadukan elemen desain analog tersebut dengan konektivitas digital melalui aplikasi pendamping, yang mendukung pengeditan video serta fitur Direct Print dari smartphone. Dengan kombinasi tersebut, mini Evo Cinema berfungsi sebagai kamera, perekam video, dan printer instan dalam satu perangkat.
Instax Mini Link+

Sementara itu, instax mini Link+ menyasar pengguna yang lebih banyak beraktivitas dengan konten digital di smartphone. Printer ini dirancang untuk mencetak tidak hanya foto, tetapi juga ilustrasi, teks, dan elemen visual lain dengan detail yang lebih presisi. FUJIFILM menyematkan dua mode utama, yakni Design Print untuk pencetakan teks dan pola visual dengan ketajaman tinggi, serta Simple Print untuk menghasilkan gradasi warna yang halus pada foto dan ilustrasi.

Mini Link+ juga dilengkapi fitur Simulation pada aplikasi instax™, yang memungkinkan pengguna memvisualisasikan penempatan hasil cetak sebelum mencetaknya. Aplikasi tersebut terintegrasi dengan galeri smartphone serta Pinterest, sehingga pengguna dapat memilih sumber gambar digital secara langsung dan menatanya dalam bingkai instax™.
House of Instax
Sebagai bagian dari peluncuran produk, FUJIFILM menggelar pameran Creative House of instax™ bertema “Maximizing Possibilities” di Kota Kasablanka, Jakarta, pada 28 Januari hingga 8 Februari 2026. Melalui pameran ini, FUJIFILM membuka kesempatan bagi publik untuk mencoba langsung instax mini Evo Cinema dan instax mini Link+, sekaligus mengeksplorasi berbagai bentuk ekspresi kreatif berbasis cetak instan.
Dengan menghadirkan kamera hybrid berfitur video dan printer smartphone premium dalam waktu bersamaan, FUJIFILM menegaskan upayanya menjaga relevansi fotografi instan di tengah dominasi konten digital. Instax™ tidak lagi hanya menawarkan hasil cetak foto, tetapi juga pengalaman terintegrasi yang menghubungkan momen digital dan fisik secara langsung.

