Tech & AI

AWS Konversi Arsip Jane Goodall ke Digital Dengan AI

BagusTech – Amazon Web Services (AWS) dan Jane Goodall Institute (JGI) menjalankan proyek besar untuk membawa lebih dari 65 tahun penelitian tentang simpanse dan babun ke dalam ekosistem digital. Selama puluhan tahun, JGI menyimpan catatan lapangan, video dokumenter, dan data observasi dalam format analog. Arsip itu menyimpan sejarah riset primata yang sangat berharga, namun aksesnya terbatas dan rentan rusak. Kini, AWS masuk dengan teknologi AI untuk memberi arsip tersebut kehidupan baru.

Baca Juga

Jane Goodall walks through the forest in Gombe National Park, July 14, 2010, the 50th anniversary of her arrival at Gombe.

AWS mengalokasikan dana sebesar satu juta dolar AS melalui Generative AI Innovation Fund untuk mempercepat proses digitalisasi. Komitmen ini menghadirkan teknologi AI seperti Amazon Bedrock dan Amazon SageMaker ke dalam proses konversi data. AWS menggabungkan model bahasa multimodal dan model embedding untuk mengolah catatan tulisan tangan, rekaman video, hingga arsip data lama sehingga dapat dicari dan dianalisis secara lebih modern. Upaya ini memungkinkan peneliti melihat kembali detail perilaku simpanse dan babun dengan cara yang lebih efektif.

Proses digitalisasi tidak hanya memindai dokumen. AWS menghubungkan data tersebut dengan berbagai sumber pendukung seperti citra satelit, sistem informasi geografis (GIS), dan rekaman suara dari habitat satwa. Integrasi ini menciptakan ekosistem riset berbasis cloud yang memudahkan peneliti menelusuri data lintas tahun dan lintas format melalui satu platform terpadu. Dengan bantuan AI, peneliti dapat mencari pola perilaku primata hanya dengan pertanyaan bahasa alami.

Kolaborasi ini juga melibatkan Ode, perusahaan yang berpengalaman di bidang riset dan desain pengalaman pengguna. Ode merancang antarmuka yang memudahkan siapa pun-peneliti, pemerhati satwa liar, hingga pendidik-untuk menavigasi arsip JGI tanpa hambatan teknis. Dr. Lilian Pintea dari JGI menyebut proyek ini sebagai bagian penting dari visi Dr. Jane Goodall tentang riset yang terbuka dan konservasi yang inklusif.

Transformasi ini membuka peluang besar bagi dunia sains dan konservasi. Data yang dahulu terkunci di buku catatan dan rekaman lama kini dapat dianalisis ulang menggunakan alat modern, memberi ruang lahirnya penelitian baru yang lebih mendalam. Ekosistem digital ini juga memberi kesempatan bagi publik dan institusi pendidikan untuk mengenal lebih dekat perjalanan panjang Dr. Goodall dalam memahami primata dan habitatnya.

Kolaborasi AWS dan JGI menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjaga warisan ilmiah agar tetap hidup dan relevan. Dengan ekosistem riset berbasis AI, perjalanan riset primata selama enam dekade kini memasuki babak baru yang lebih terbuka, terhubung, dan siap menjawab tantangan konservasi masa depan.

Bagus Arthakusuma

Bagus Arthakusuma

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Untuk Kamu

FinTech & App Tech & AI

SiteMinder Luncurkan Dynamic Revenue Plus untuk Hotel

BagusTech – Industri perhotelan bergerak cepat, dan waktu sering kali menjadi faktor penentu antara peluang dan kerugian. Untuk membantu hotel
E-Vehicle Tech & AI

Strategi Pabrikan EV China Hadapi Pemangkasan Insentif Pajak

BagusTech – Mulai tahun 2026, pembelian mobil listrik di China tak lagi bebas pajak sepenuhnya. Pemerintah akan memangkas insentif untuk