BagusTech – ASUS resmi menghentikan penambahan model smartphone baru dan menandai berakhirnya kiprah perusahaan di pasar ponsel, setidaknya untuk waktu yang tidak ditentukan. Pernyataan itu datang langsung dari Chairman ASUS, Jonney Shih, dalam acara internal perusahaan di Taiwan, dan dilaporkan oleh media teknologi setempat, INSIDE.
Baca Juga
- Harga 10 Juta, ASUS Zenfone 11 Ultra Resmi Hadir di Indonesia
- Harga & Spesifikasi ASUS Zenfone 11 Ultra
- ASUS Zenfone 11 Ultra Rilis di Indonesia Tanggal 11 Juni
Dalam laporan tersebut, Shih menyampaikan kalimat tegas: ASUS “tidak akan lagi menambah model ponsel baru di masa depan.” Pernyataan ini memperkuat spekulasi yang muncul sejak awal 2026 terkait masa depan Zenfone dan ROG Phone, dua lini smartphone utama ASUS yang selama beberapa tahun terakhir mengincar segmen flagship dan gaming.

Keputusan ASUS keluar dari pasar smartphone memperlihatkan tekanan besar yang terus membayangi produsen ponsel dengan skala penjualan terbatas. Pasar smartphone global semakin terkonsolidasi, sementara biaya riset dan pengembangan terus naik. Persaingan kamera, performa chipset, fitur AI on-device, dan dukungan software jangka panjang menuntut investasi besar. Di saat bersamaan, ruang diferensiasi menyempit karena desain dan fitur flagship cenderung seragam.

ASUS juga menghadapi tantangan di segmen gaming phone. ROG Phone membangun reputasi kuat di kalangan penggemar, namun pasar ponsel gaming tetap berada di kategori niche. Tren gaming mobile kini berhadapan dengan alternatif seperti handheld PC, aksesori gaming lintas platform, dan ekosistem cloud gaming, yang membuat segmen ini sulit berkembang menjadi bisnis volume besar.
Shih menjelaskan ASUS akan mengalihkan fokus ke strategi berbasis kecerdasan buatan. Perusahaan menargetkan pertumbuhan melalui AI PC, terutama di sektor komersial, serta kategori “Physical AI” yang mencakup perangkat berbasis AI dalam bentuk fisik seperti robotika dan kacamata pintar. Langkah ini menunjukkan ASUS ingin memusatkan sumber daya pada area yang menawarkan pertumbuhan lebih tinggi dibanding smartphone.

Bagi pengguna Zenfone dan ROG Phone yang sudah beredar, laporan menyebut ASUS tetap menyiapkan dukungan purna jual dan layanan sesuai kebijakan yang berjalan. Namun, penghentian pengembangan ponsel baru berpotensi memengaruhi ritme pembaruan software dan ketersediaan perangkat di pasar ke depan.
Keputusan ASUS mempersempit pilihan di ekosistem Android, terutama untuk pengguna yang mengincar ponsel flagship ringkas atau perangkat gaming yang agresif. Di sisi lain, langkah ini menggarisbawahi realitas industri: smartphone kini menjadi arena kompetisi yang semakin mahal, dan hanya pemain dengan skala besar yang mampu mempertahankan ritme inovasi tahunan.

