Gadget PC

ASUS ProArt RTX 5090 Resmi Hadir untuk Kreator AI

ASUS ProArt RTX 5090

ASUS resmi menghadirkan ASUS ProArt RTX 5090 untuk kreator profesional, pengembang AI, dan pengguna PC small-form-factor. Kartu grafis ini hadir sebagai GPU kelas atas dengan arsitektur NVIDIA Blackwell, memori GDDR7 32GB, performa hingga 3352 TOPS AI, serta desain ringkas 2,5-slot.

ASUS mengumumkan produk ini di Jakarta pada 20 Mei 2026. Perusahaan menempatkan ASUS ProArt RTX 5090 sebagai kartu grafis untuk alur kerja kreatif dan komputasi AI yang makin berat. Produk ini menyasar pengguna yang membutuhkan performa tinggi, tetapi tetap ingin menjaga fleksibilitas ruang di dalam workstation.

ASUS menyebut ASUS ProArt RTX 5090 sebagai kartu grafis inovatif dengan performa AI dan kreatif kelas atas dalam form factor 2,5-slot. Posisi ini membuat produk tersebut tidak hanya relevan untuk gamer enthusiast, tetapi juga untuk editor video, 3D artist, desainer, animator, pengembang AI, hingga kreator yang bekerja dengan aset resolusi tinggi.

Baca Juga

Fitur Unggulan ASUS ProArt RTX 5090

Nilai utama GPU ini datang dari kombinasi arsitektur NVIDIA Blackwell dan memori GDDR7 32GB. Kapasitas VRAM tersebut memberi ruang lebih besar untuk mengolah proyek kreatif kompleks, termasuk video resolusi tinggi, aset 3D besar, rendering, simulasi, dan aplikasi berbasis AI. ASUS juga menyoroti performa 3352 TOPS AI yang membuat kartu grafis ini siap menangani kebutuhan seperti large language model atau LLM.

Dukungan teknologi NVIDIA RTX juga memperkuat posisi GPU ini di kelas premium. ProArt GeForce RTX 5090 mendukung fitur seperti Multi Frame Generation, Ray Reconstruction, Super Resolution, dan Reflex 2 dengan Frame Warp. Deretan fitur tersebut memberi keuntungan untuk dua kelompok pengguna sekaligus, yaitu kreator yang membutuhkan visual presisi dan pengguna yang menginginkan pengalaman gaming 4K premium.

Meski begitu, ASUS jelas mengarahkan produk ini ke segmen kreator. Hal itu terlihat dari desain fisik, konektivitas, dan pendekatan pendinginannya. ASUS tidak hanya membuat GPU besar dengan performa tinggi, tetapi mencoba menekan dimensi agar kartu grafis ini tetap cocok untuk workstation modern yang sering memakai banyak komponen tambahan.

ASUS ProArt RTX 5090 menjadi RTX 5090 2,5-slot pertama dari ASUS. Form factor ini penting karena banyak kreator profesional memakai slot ekspansi lain, seperti capture card, kartu jaringan, storage tambahan, atau perangkat khusus lain untuk produksi. Dengan ukuran lebih ramping, GPU ini memberi ruang lebih fleksibel dibanding kartu grafis premium yang biasanya memakan banyak slot.

ASUS juga membekali kartu grafis ini dengan sistem pendinginan yang agresif. Perusahaan memakai liquid metal thermal compound pada GPU die, vapor chamber, backplate berventilasi ganda, serta zona double flow-through. ASUS mengklaim desain ini memberi efisiensi pendinginan sekitar 11 persen lebih baik dan ukuran 27 persen lebih kecil dibanding desain single-flow-through.

Klaim tersebut penting karena GPU kelas atas biasanya menghadapi tantangan termal yang besar. Kreator sering menjalankan rendering, editing, atau pemrosesan AI dalam durasi panjang. Dalam skenario seperti itu, pendinginan tidak hanya menentukan suhu, tetapi juga stabilitas performa. Jika suhu tidak terkendali, GPU bisa menurunkan clock dan memperlambat alur kerja.

ASUS turut memakai kipas Axial-tech 115mm untuk meningkatkan aliran udara. Kombinasi kipas besar, vapor chamber, liquid metal, dan desain flow-through memperlihatkan upaya ASUS menjaga performa tetap konsisten saat GPU menjalankan beban kerja berat.

Dari sisi konektivitas, ASUS menyematkan port USB Type-C. Port ini memberi kemudahan bagi kreator yang ingin menghubungkan layar portabel atau menjalankan setup multi-monitor dengan lebih praktis. ASUS menyebut fitur ini dapat membantu pengguna melakukan daisy-chain beberapa monitor tanpa kabel tambahan. Untuk workstation kreatif, detail seperti ini berpengaruh karena setup yang lebih rapi bisa mempercepat alur kerja harian.

Secara desain, ASUS ProArt RTX 5090 tetap mengikuti bahasa visual lini ProArt. ASUS memakai tampilan minimalis dengan aksen coklat bermotif kayu. Pendekatan ini membuat kartu grafis tersebut lebih mudah menyatu dengan rakitan PC profesional, terutama casing bertema natural seperti ProArt PA401 Wood Edition atau PA602 Wood Edition.

ASUS juga menyediakan software GPU Tweak III untuk mengatur performa kartu grafis. Pengguna bisa memantau kondisi GPU, melakukan overclocking, mengatur batas daya, menyesuaikan kurva kipas, dan mengaktifkan OC Mode. ASUS menyebut fitur tersebut dapat membantu pengguna mendapatkan preview lebih halus, proses render lebih cepat, dan alur kerja kreatif yang lebih responsif.

Ketersediaan

Namun, ASUS belum mengumumkan harga resmi dan jadwal ketersediaan detail untuk pasar Indonesia. Dalam materi resminya, perusahaan hanya menyebut informasi ketersediaan produk dapat diperoleh melalui perwakilan ASUS setempat. Artinya, calon pembeli di Indonesia masih perlu menunggu kepastian harga dan waktu penjualan dari ASUS.

Kehadiran ASUS ProArt RTX 5090 memperlihatkan pergeseran penting di pasar GPU premium. Kartu grafis kelas atas tidak lagi hanya berfungsi sebagai perangkat gaming, tetapi juga menjadi mesin utama untuk produksi konten, komputasi AI, dan workflow profesional. Tren ini makin kuat karena kreator dan perusahaan kecil mulai menjalankan pekerjaan berbasis AI langsung di perangkat lokal.

Bagi pengguna profesional, ProArt GeForce RTX 5090 menawarkan tiga hal utama: performa AI besar, memori lega, dan desain yang lebih hemat ruang. Kombinasi tersebut membuatnya menarik untuk workstation kreatif modern. Namun, nilai akhirnya tetap bergantung pada harga resmi dan ketersediaan di Indonesia.

Dengan ProArt GeForce RTX 5090, ASUS mencoba menjawab kebutuhan kreator yang ingin menjalankan pekerjaan berat tanpa harus mengorbankan efisiensi ruang. Produk ini juga menegaskan bahwa masa depan kartu grafis premium tidak hanya ditentukan oleh seberapa tinggi frame rate yang bisa dicapai, tetapi juga seberapa cepat GPU membantu kreator menyelesaikan pekerjaan nyata di era AI.

Bagus Arthakusuma

Bagus Arthakusuma

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Untuk Kamu

Wearables Gadget

Huawei Band 8 Mulai Dijual Dengan Berbagai Fitur Baru

bagustech.media – Huawei Band 8 sudah mulai resmi dijual kepada konsumen Indonesia dengan bandrol harga Rp 699.000, namun ada promo
Gadget Smartphone

Vivo Y36 Resmi Rilis Bawa Desain Keren Di Harga 3 Jutaan

bagustech.media – Vivo Indonesia secara resmi meluncurkan vivo Y36 Series hari ini, yang terdiri dari dua varian terbaru, yaitu vivo