BagusTech – AMD kembali memperluas portofolio prosesor berbasis kecerdasan buatan dengan merilis Ryzen AI Max+ 392 dan Ryzen AI Max+ 388 dalam ajang CES 2026. Kedua model ini melengkapi lini Ryzen AI Max+ yang telah diperkenalkan AMD pada tahun sebelumnya, sekaligus mempertegas komitmen perusahaan dalam menghadirkan PC AI berperforma tinggi untuk segmen profesional dan kreator.
Dengan hadirnya Ryzen AI Max+ 392 dan 388, AMD tidak mengubah arah desain besar lini Max+, tetapi memperluas pilihan konfigurasi agar lebih fleksibel bagi OEM dan pengguna. Pendekatan ini menempatkan Ryzen AI Max+ sebagai platform jangka panjang untuk komputasi AI lokal, bukan sekadar produk satu generasi.
Baca Juga
- AMD Luncurkan Ryzen Z2, Pertanda ROG Ally 2 Hadir di 2025?
- AMD Riilis Ryzen Max+, Processor Dengan iGPU Terkencang
- Begini Performa AMD Radeon 8060S, Otak Grafis ROG Flow Z13
Fitur dan Performa
Sebagai bagian dari keluarga Ryzen AI Max+, model Ryzen AI Max+ 392 dan 388 tetap mengusung fondasi arsitektur yang sama dengan model yang dirilis lebih dulu. Keduanya menggabungkan CPU Zen 5, GPU terintegrasi RDNA 3.5, dan NPU AMD XDNA 2 dalam satu silikon, dengan fokus pada pemrosesan AI lokal dan performa komputasi tinggi.
AMD menyoroti peran NPU XDNA 2 yang mampu menangani beban kerja AI generatif, analisis data, dan asisten cerdas secara langsung di perangkat. Dukungan unified memory berkapasitas besar memungkinkan prosesor ini menjalankan model AI berukuran besar serta workflow kreatif tanpa hambatan berarti, menjadikannya relevan untuk kreator konten dan pengembang AI.
Di sisi grafis, GPU RDNA 3.5 tetap menjadi pembeda utama. Meski berada di bawah varian tertinggi Max+, konfigurasi GPU pada Ryzen AI Max+ 392 dan 388 dirancang untuk menjaga keseimbangan antara performa grafis, efisiensi daya, dan fleksibilitas desain perangkat. Hal ini memungkinkan OEM menghadirkan PC ringkas dengan kemampuan mendekati workstation tanpa ketergantungan pada GPU diskret.
Line Up Ryzen AI Max+
| Model | Core/Thread | Max Boost | NPU (hingga) | Graphics CUs | GPU TFLOPS (hingga) |
|---|---|---|---|---|---|
| Ryzen AI Max+ 395 | 16/32 | 5.1 GHz | 50 TOPS | 40 | 60 |
| Ryzen AI Max 390 | 12/24 | 5.0 GHz | 50 TOPS | 32 | 48 |
| Ryzen AI Max 385 | 8/16 | 5.0 GHz | 50 TOPS | 32 | 48 |
Model Baru di CES 2026
| Model | Core/Thread | Max Boost | NPU (hingga) | Graphics CUs | GPU TFLOPS (hingga) |
| Ryzen AI Max+ 392 | 12/24 | 5.0 GHz | 50 TOPS | 40 | 60 |
| Ryzen AI Max 388 | 8/16 | 5.0 GHz | 50 TOPS | 40 | 60 |
Secara positioning, Ryzen AI Max+ 392 mengisi celah strategis di antara Ryzen AI Max+ 395 sebagai model tertinggi dan Ryzen AI Max+ 390. Dari sisi spesifikasi CPU, konfigurasi 392 berada sangat dekat dengan 390, namun AMD membekalinya dengan konfigurasi GPU dan total performa grafis (TFLOPS) yang setara dengan 395. Pendekatan ini menjadikan Ryzen AI Max+ 392 sebagai opsi menarik bagi kreator dan developer yang membutuhkan kekuatan grafis maksimum tanpa harus naik ke SKU flagship.
Sementara itu, Ryzen AI Max+ 388 diposisikan di antara Ryzen AI Max+ 390 dan 385. Model ini mempertahankan fondasi spesifikasi yang mirip dengan 385 dari sisi CPU dan efisiensi daya, namun menghadirkan peningkatan signifikan pada kemampuan grafis, termasuk GPU RDNA 3.5 dengan TFLOPS lebih tinggi. Dengan kombinasi tersebut, Ryzen AI Max+ 388 menyasar pengguna yang membutuhkan performa grafis ekstra dalam form factor ringkas, tanpa kompleksitas dan konsumsi daya kelas atas.
Peluncuran Ryzen AI Max+ 392 dan 388 di CES 2026 menegaskan strategi AMD untuk melengkapi, bukan menggantikan, lini Ryzen AI Max+ yang telah dirilis tahun lalu. Dengan menambah dua varian baru, AMD memperluas jangkauan platform Max+ ke lebih banyak konfigurasi perangkat, sekaligus memberi ruang bagi OEM untuk menghadirkan PC AI berperforma tinggi di berbagai form factor.
Pendekatan ini memperlihatkan bahwa Ryzen AI Max+ diposisikan sebagai fondasi jangka panjang bagi PC berbasis AI lokal. Alih-alih menghadirkan satu model ekstrem saja, AMD memilih membangun ekosistem prosesor yang berlapis, sehingga kebutuhan kreator, profesional, dan developer AI dapat terpenuhi tanpa harus berpindah platform.

