Airbus A350-1000ULR Terbang Perdana, Rute 22 Jam Kian Dekat
Ringkasan Cepat
- Airbus A350-1000ULR resmi menyelesaikan penerbangan perdana di Toulouse, Prancis.
- Pesawat terbang selama 3 jam 43 menit dan mencapai ketinggian lebih dari 41.000 kaki.
- A350-1000ULR disiapkan untuk rute nonstop Sydney–London dan Sydney–New York.
- Durasi penerbangan bisa mencapai 22 jam.
- Airbus menambah Rear Centre Tank untuk meningkatkan jarak tempuh sekitar 1.000 nautical miles.
- Qantas memesan 12 unit A350-1000ULR untuk Project Sunrise.
- Pengiriman pertama ke Qantas ditargetkan pada April 2027.
Airbus A350-1000ULR resmi menyelesaikan penerbangan perdananya di Toulouse, Prancis. Pesawat ultra-long range ini menjadi bagian penting dari ambisi Qantas untuk membuka penerbangan nonstop Sydney-London dan Sydney-New York dengan durasi hingga 22 jam.
Airbus menerbangkan A350-1000ULR pertama untuk Qantas pada 2 Juni 2026. Pesawat dengan nomor produksi MSN 707 itu mengudara selama 3 jam 43 menit dan mencapai ketinggian sedikit di atas 41.000 kaki. Airbus memakai penerbangan ini untuk memulai kampanye uji terbang sebelum pesawat masuk tahap sertifikasi.
A350-1000ULR Jadi Kunci Project Sunrise Qantas
A350-1000ULR dikembangkan secara khusus untuk Qantas lewat Project Sunrise. Program ini menargetkan penerbangan langsung dari Australia bagian timur ke kota besar seperti London dan New York tanpa transit.

Rute Sydney-London dan Sydney-New York menjadi salah satu tantangan terbesar di industri penerbangan komersial. Jaraknya mendekati 10.000 nautical miles, sementara durasi terbangnya bisa mencapai 22 jam. Karena itu, Airbus tidak hanya menyiapkan pesawat dengan jarak tempuh lebih jauh, tetapi juga menguji sistem kabin untuk menjaga kenyamanan penumpang dalam penerbangan ekstrem.
Qantas telah memesan 12 unit A350-1000ULR untuk Project Sunrise. Selain itu, maskapai asal Australia tersebut juga memesan 12 unit A350-1000 standar untuk memperkuat jaringan penerbangan jarak jauhnya.
Tambahan Tangki Bahan Bakar Jadi Pembeda Utama
Airbus meningkatkan jarak tempuh A350-1000ULR melalui integrasi Rear Centre Tank atau RCT tambahan di struktur belakang pesawat. Tangki ekstra ini menambah kemampuan jelajah sekitar 1.000 nautical miles dibanding A350-1000 standar.

Dalam penerbangan perdana, kru Airbus menguji performa umum pesawat dan arsitektur sistem bahan bakar baru. Pengujian ini menjadi bagian dari kampanye uji terbang selama sekitar dua bulan untuk mendapatkan sertifikasi modifikasi.
Selain sistem bahan bakar, Airbus juga menyiapkan sistem pendingin galley baru. Sistem ini memakai unit refrigerasi yang lebih ringan dan efisien untuk penerbangan sangat panjang. Airbus turut menguji ventilasi dan kontrol suhu kabin karena penerbangan 22 jam membutuhkan pengaturan udara yang stabil sepanjang perjalanan.
Pengiriman Pertama Ditargetkan April 2027
Pesawat MSN 707 belum langsung dikirim ke Qantas. Setelah menyelesaikan pengujian, Airbus akan memasang ulang pesawat tersebut sesuai spesifikasi komersial Qantas.
Unit kedua A350-1000ULR untuk Qantas justru dijadwalkan menjadi pesawat pertama yang dikirim ke maskapai. Airbus menargetkan pengiriman tersebut berlangsung pada April 2027. Pesawat itu kini berada pada tahap akhir perakitan dan akan memasuki proses penyelesaian kabin empat kelas premium serta pemasangan mesin.

Qantas menyiapkan konfigurasi kabin yang lebih eksklusif untuk A350-1000ULR. Maskapai ini tidak mengejar kapasitas kursi besar, tetapi mengutamakan kenyamanan untuk rute ultra-jauh. Strategi tersebut penting karena penerbangan nonstop 22 jam menuntut pengalaman kabin yang berbeda dari penerbangan jarak jauh biasa.
Era Baru Penerbangan Nonstop Makin Dekat
Penerbangan perdana A350-1000ULR menandai langkah besar menuju era baru penerbangan komersial ultra-long haul. Jika proses sertifikasi berjalan sesuai rencana, Qantas akan semakin dekat membuka rute nonstop dari Sydney ke London dan New York.
Bagi Airbus, A350-1000ULR memperkuat posisi keluarga A350 di pasar penerbangan jarak jauh. Hingga akhir April 2026, keluarga A350 telah mengantongi 1.579 pesanan dari 68 pelanggan, dengan lebih dari 700 pesawat beroperasi di 41 maskapai.
Kehadiran A350-1000ULR menunjukkan bahwa masa depan penerbangan jarak jauh tidak hanya bergantung pada efisiensi bahan bakar. Industri penerbangan kini juga harus menjawab tantangan kenyamanan, kesehatan penumpang, dan kelayakan bisnis untuk penerbangan yang berlangsung hampir satu hari penuh.