Editorial Topic
Entertainment

Klasemen F1 2026 Usai Barcelona GP: Hamilton Dekati Antonelli

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Kimi Antonelli masih memimpin klasemen pebalap dengan 156 poin.
  • Lewis Hamilton naik ke posisi kedua dengan 115 poin.
  • George Russell berada di posisi ketiga dengan 106 poin.
  • Mercedes memimpin klasemen konstruktor dengan 262 poin.
  • Ferrari berada di posisi kedua dengan 190 poin.
  • Kemenangan Hamilton di Barcelona memangkas jarak ke Antonelli menjadi 41 poin.

Kemenangan Lewis Hamilton di Barcelona-Catalunya GP 2026 membuat persaingan klasemen pebalap Formula 1 musim ini kembali terbuka. Hamilton kini naik ke posisi kedua klasemen sementara dengan 115 poin, memangkas jarak dari pemuncak klasemen Kimi Antonelli menjadi 41 poin. Antonelli masih memimpin dengan 156 poin, tetapi gagal finis di Barcelona setelah mengalami masalah teknis pada akhir balapan.

Hamilton meraih kemenangan pertamanya bersama Ferrari setelah menjalankan strategi tiga pit stop dan memanfaatkan Virtual Safety Car. Hasil ini memberi tambahan 25 poin penuh untuk Hamilton, sekaligus menghentikan dominasi Antonelli yang sebelumnya mencatat lima kemenangan beruntun. Reuters mencatat kemenangan ini menjadi kemenangan ke-106 Hamilton di Formula 1 dan kemenangan pertamanya untuk Ferrari.

Antonelli Masih Memimpin

Meski gagal finis, Antonelli tetap menjaga posisi puncak klasemen. Pebalap Mercedes itu mengoleksi 156 poin setelah tujuh seri. Namun, jaraknya kini tidak lagi terlalu aman karena Hamilton mulai mendekat dengan 115 poin.

George Russell juga menjaga posisinya dalam persaingan tiga besar setelah finis kedua di Barcelona. Russell kini mengumpulkan 106 poin, hanya terpaut 9 poin dari Hamilton. Dengan dua pebalap Mercedes berada di tiga besar, tim tersebut masih memiliki posisi kuat dalam perebutan gelar pebalap.

AdvertisementIn-Article Banner

Ferrari Mulai Menekan

Ferrari mendapat dorongan besar dari kemenangan Hamilton, tetapi mereka kehilangan peluang tambahan poin setelah Charles Leclerc gagal finis karena masalah power steering. Leclerc tetap berada di posisi keempat klasemen dengan 75 poin.

Di belakang Ferrari, McLaren masih menempatkan dua pebalapnya di posisi lima dan enam. Lando Norris naik ke 73 poin setelah finis ketiga di Barcelona, sementara Oscar Piastri berada di posisi keenam dengan 68 poin. Max Verstappen berada di posisi ketujuh dengan 55 poin setelah finis keempat.

PosisiPebalapTimPoin
1Kimi AntonelliMercedes156
2Lewis HamiltonFerrari115
3George RussellMercedes106
4Charles LeclercFerrari75
5Lando NorrisMcLaren73
6Oscar PiastriMcLaren68
7Max VerstappenRed Bull55
8Pierre GaslyAlpine41
9Isack HadjarRed Bull34
10Liam LawsonRacing Bulls28
11Oliver BearmanHaas18
12Franco ColapintoAlpine16
13Arvid LindbladRacing Bulls13
14Carlos SainzWilliams6
15Alexander AlbonWilliams5
16Esteban OconHaas3
17Gabriel BortoletoAudi2
18Fernando AlonsoAston Martin1
19Nico HülkenbergAudi0
20Valtteri BottasCadillac0
21Sergio PérezCadillac0
22Lance StrollAston Martin0

Mercedes Tetap Unggul di Konstruktor

Di klasemen konstruktor, Mercedes masih memimpin dengan 262 poin. Ferrari berada di posisi kedua dengan 190 poin, tertinggal 72 poin dari Mercedes. McLaren menempati posisi ketiga dengan 141 poin, disusul Red Bull dengan 89 poin.

Kemenangan Hamilton jelas membantu Ferrari, tetapi DNF Leclerc membuat mereka gagal memangkas jarak lebih besar dari Mercedes. Sebaliknya, Mercedes tetap mendapatkan poin besar dari finis kedua Russell, meski Antonelli gagal finis.

PosisiTimPoin
1Mercedes262
2Ferrari190
3McLaren141
4Red Bull89
5Alpine57
6Racing Bulls41
7Haas21
8Williams11
9Audi2
10Aston Martin1
11Cadillac0

Persaingan Makin Terbuka

Hasil Barcelona-Catalunya GP 2026 mengubah tekanan di papan atas. Antonelli masih memimpin, tetapi kegagalannya finis memberi ruang besar bagi Hamilton untuk kembali masuk dalam perburuan gelar. Ferrari juga mulai menunjukkan perkembangan lewat paket upgrade Barcelona, meski reliabilitas Leclerc masih menjadi catatan penting.

Mercedes tetap menjadi tim paling kuat secara poin, tetapi kemenangan Hamilton memberi sinyal bahwa Ferrari mulai bisa mengganggu dominasi mereka. Jika Ferrari mampu menjaga performa dan memperbaiki reliabilitas, persaingan gelar pebalap dan konstruktor bisa semakin ketat pada seri berikutnya.