Editorial Topic
Gadget

Perbedaan Intel Arc G3 dan G3 Extreme untuk Handheld

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Intel Arc G3 dan Intel Arc G3 Extreme sama-sama dirancang untuk PC gaming handheld berbasis Windows 11.
  • Keduanya memakai basis CPU yang sama, yaitu 14 core dengan konfigurasi 2 P-Core, 8 E-Core, dan 4 LP E-Core.
  • Perbedaan terbesar ada di sektor grafis. Intel Arc G3 memakai GPU Arc B370, sedangkan G3 Extreme memakai GPU Arc B390.
  • G3 Extreme lebih kencang untuk gaming karena membawa 12 Xe-core, sementara G3 reguler memiliki 10 Xe-core.
  • Clock GPU juga lebih tinggi di G3 Extreme, yakni 2,30 GHz, dibanding 2,20 GHz pada Arc G3.
  • Kemampuan komputasi GPU G3 Extreme mencapai 113 TOPS, lebih besar dari Arc G3 yang berada di 90 TOPS.
  • Dari sisi CPU, selisihnya kecil. G3 Extreme punya turbo hingga 4,70 GHz, sedangkan G3 mencapai 4,60 GHz.
  • Rentang daya G3 Extreme lebih longgar, yaitu 8–35 W, sementara G3 berada di 8–30 W.
  • Intel Arc G3 lebih cocok untuk handheld yang mengejar efisiensi dan harga lebih terjangkau.
  • Intel Arc G3 Extreme lebih cocok untuk handheld premium yang mengejar performa grafis lebih tinggi.

Intel menyiapkan dua prosesor baru untuk pasar PC gaming handheld, yakni Intel Arc G3 dan Intel Arc G3 Extreme. Keduanya masuk dalam keluarga Intel Arc G3 Processor Series dan memakai basis arsitektur Panther Lake, tetapi Intel memberi pembeda jelas pada sektor grafis, clock, kemampuan komputasi GPU, dan ruang daya.

Perbedaan ini penting karena perangkat gaming handheld sangat bergantung pada keseimbangan performa dan efisiensi. Chip yang lebih kencang tidak hanya menentukan frame rate, tetapi juga memengaruhi panas, daya tahan baterai, serta desain sistem pendingin dari masing-masing perangkat.

Perbedaan Intel Arc G3 dan G3 Extreme

SpesifikasiIntel Arc G3Intel Arc G3 Extreme
Core CPU14 core14 core
Konfigurasi core2P + 8E + 4 LP-E2P + 8E + 4 LP-E
Max Turbo CPU4,60 GHz4,70 GHz
GPUIntel Arc B370Intel Arc B390
Xe-core1012
Clock GPU maks.2,20 GHz2,30 GHz
GPU TOPS Int890 TOPS113 TOPS
NPU TOPS Int846 TOPS46 TOPS
Configurable TDP8–30 W8–35 W
MemoriLPDDR5X hingga 8533 MT/sLPDDR5X hingga 8533 MT/s
Thunderbolt 4AdaAda
PCIePCIe 5.0 dan 4.0PCIe 5.0 dan 4.0

Sama-sama 14 Core, Beda Clock

Dari sisi CPU, Intel Arc G3 dan Arc G3 Extreme sama-sama membawa 14 core dengan konfigurasi 2 Performance-core, 8 Efficient-core, dan 4 Low Power Efficient-core. Keduanya juga memiliki 14 thread, 12 MB Intel Smart Cache, dan processor base power 25 watt.

Perbedaan CPU muncul pada clock maksimal. Intel Arc G3 memiliki frekuensi turbo maksimal hingga 4,60 GHz, sedangkan Intel Arc G3 Extreme naik sedikit ke 4,70 GHz. Perbedaan 100 MHz ini bukan lompatan besar, tetapi tetap memberi ruang performa ekstra untuk varian Extreme.

Perbedaan Terbesar Ada di GPU

Pembeda paling mencolok terletak pada GPU. Intel Arc G3 memakai Intel Arc B370 GPU, sedangkan Intel Arc G3 Extreme memakai Intel Arc B390 GPU. Varian Extreme juga membawa 12 Xe-core, lebih banyak dibanding 10 Xe-core pada Arc G3.

AdvertisementIn-Article Banner

Clock GPU juga berbeda. Intel Arc G3 memiliki frekuensi dinamis grafis maksimal 2,20 GHz, sementara Arc G3 Extreme mencapai 2,30 GHz. Kombinasi jumlah Xe-core lebih banyak dan clock lebih tinggi membuat G3 Extreme lebih siap untuk game yang menuntut performa grafis lebih besar.

TOPS GPU G3 Extreme Lebih Tinggi

Intel juga membedakan keduanya dari sisi kemampuan komputasi grafis. Intel Arc G3 memiliki 90 TOPS GPU Int8, sedangkan Intel Arc G3 Extreme mencapai 113 TOPS GPU Int8. Angka ini menunjukkan varian Extreme punya kapasitas komputasi GPU lebih besar, terutama untuk beban kerja berbasis AI atau fitur grafis modern yang memanfaatkan akselerasi GPU.

Namun, kemampuan NPU keduanya tetap sama. Intel mencantumkan 46 TOPS NPU Int8 pada Arc G3 maupun Arc G3 Extreme. Artinya, perbedaan utama untuk pengalaman gaming lebih banyak datang dari GPU, bukan dari NPU.

TDP Extreme Lebih Longgar

Perbedaan lain muncul pada configurable TDP range. Intel Arc G3 memiliki rentang 8-30 watt, sementara Intel Arc G3 Extreme naik ke 8-35 watt. Keduanya tetap memiliki daya dasar prosesor 25 watt dan daya turbo maksimum 80 watt.

Rentang TDP yang lebih tinggi memberi ruang bagi produsen handheld untuk mengejar performa lebih besar pada model premium. Namun, hal ini juga membuat desain pendingin, kapasitas baterai, dan pengaturan daya dari masing-masing perangkat menjadi faktor penting.

Dengan spesifikasi tersebut, Intel Arc G3 Extreme jelas menjadi varian yang lebih kuat untuk perangkat gaming handheld kelas atas. Intel memberi varian ini GPU lebih besar, clock lebih tinggi, TOPS lebih tinggi, dan ruang daya lebih longgar.

Sementara itu, Intel Arc G3 tetap menawarkan basis CPU yang sama, NPU yang sama, serta dukungan konektivitas modern seperti Thunderbolt 4, PCIe 5.0 dan 4.0, serta memori LPDDR5X hingga 8533 MT/s. Posisi G3 kemungkinan lebih cocok untuk handheld yang mengejar keseimbangan performa, efisiensi, dan harga.

Kesimpulannya, perbedaan Intel Arc G3 dan G3 Extreme bukan sekadar nama. G3 Extreme menyasar performa gaming lebih tinggi, terutama karena GPU Arc B390, 12 Xe-core, 113 TOPS, dan TDP hingga 35 watt. Sebaliknya, G3 menjadi opsi lebih efisien untuk perangkat handheld yang tetap membutuhkan performa gaming modern tanpa harus masuk ke kelas tertinggi.