Xiaomi Indonesia resmi menghadirkan REDMI Watch 6 di pasar Indonesia. Perusahaan menyasar pengguna muda yang membutuhkan smartwatch dengan layar besar, fitur olahraga lengkap, pemantauan kesehatan harian, dan desain yang tetap cocok sebagai aksesori gaya hidup.
REDMI Watch 6 mulai tersedia pada 25 Mei 2026 melalui kanal penjualan online dan offline resmi Xiaomi. Xiaomi menjual perangkat ini dengan harga promo Rp1.499.000 selama periode 25 Mei hingga 30 Juni 2026. Perusahaan juga menawarkan harga khusus Rp1.399.000 untuk pembelian bersamaan dengan Xiaomi 17 Series di jaringan penjualan tertentu. Harga ritel REDMI Watch 6 tercatat Rp1.999.000.

Peluncuran ini memperkuat posisi Xiaomi di pasar wearable Indonesia. Xiaomi tidak hanya membawa smartwatch sebagai perangkat pendamping smartphone, tetapi juga sebagai alat untuk memantau aktivitas, membaca kondisi tubuh, dan mendukung rutinitas olahraga pengguna harian.
Marketing Director Xiaomi Indonesia, Andi Renreng, mengatakan olahraga kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Namun, pengguna juga ingin menjaga keseimbangan antara aktivitas, kesehatan, dan kegiatan sehari-hari.
“Karena itu, kami menghadirkan REDMI Watch 6, smartwatch yang mudah digunakan, insightful, dan dibekali baterai tahan lama untuk menemani pengguna tetap #AlwaysReady dalam berbagai aktivitas. REDMI Watch 6 juga hadir dengan desain stylish yang cocok digunakan di berbagai occasion,” ujar Andi dalam keterangan resmi Xiaomi Indonesia.
Baca Juga
- Redmi A7 Pro Hadirkan Layar 120Hz dan Baterai 6000mAh
- Xiaomi Luncurkan Xiaomi 17 Series, Pad 8, dan AIoT Baru di Indonesia
- Xiaomi Watch 5 Resmi Hadir di Indonesia dengan Wear OS dan Gemini AI
Fitur Unggulan Redmi Watch 6
REDMI Watch 6 membawa layar AMOLED 2,07 inci dengan bezel tipis 2 mm. Xiaomi juga membekali layar ini dengan refresh rate 60 Hz dan tingkat kecerahan hingga 2.000 nits. Kombinasi tersebut membuat layar lebih mudah dibaca saat pengguna melihat notifikasi, mengecek progres olahraga, atau memantau data kesehatan di luar ruangan.

Layar besar menjadi salah satu nilai jual utama REDMI Watch 6. Di segmen smartwatch terjangkau, ukuran layar dan tingkat kecerahan semakin penting karena pengguna memakai perangkat ini dalam banyak situasi, mulai dari aktivitas kantor, perjalanan, olahraga pagi, hingga latihan luar ruang.
Xiaomi juga menambahkan tombol fisik baru untuk mempercepat akses ke fitur utama. Pengguna dapat menekan tombol sekali untuk membuka control center, menekan dan menahan tombol untuk masuk ke menu restart, serta menekan tombol tiga kali untuk menelepon kontak darurat. Fitur ini memberi nilai praktis karena pengguna tidak selalu ingin mengandalkan navigasi layar sentuh saat bergerak atau berolahraga.

Dari sisi desain, REDMI Watch 6 tampil dengan bodi setebal 9,9 mm dan frame aluminium alloy. Xiaomi menawarkan tiga pilihan warna, yaitu Silver Gray, Obsidian Black, dan Glacier Blue. Pendekatan ini menunjukkan bahwa Xiaomi tidak hanya menjual fungsi, tetapi juga menempatkan smartwatch sebagai bagian dari gaya berpakaian pengguna muda.
Untuk olahraga, REDMI Watch 6 menyediakan lebih dari 150 mode aktivitas fisik. Perangkat ini juga membawa dual L1 antenna, chip GNSS, dan ketahanan air 5 ATM hingga kedalaman 50 meter. Dengan kombinasi tersebut, Xiaomi menargetkan pengguna yang rutin berolahraga, termasuk mereka yang membutuhkan pencatatan aktivitas luar ruang secara lebih stabil.

Xiaomi turut meningkatkan teknologi sensor PPG pada REDMI Watch 6. Sensor ini berfungsi memantau detak jantung selama pengguna beraktivitas. Perangkat ini juga menyediakan all-day heart rate monitoring, all-day blood oxygen monitoring, dan all-day sleep monitoring.
Fitur kesehatan tersebut membuat REDMI Watch 6 lebih relevan untuk pengguna yang ingin membaca pola tubuh secara rutin. Pengguna dapat melihat perubahan detak jantung, kadar oksigen darah, dan kualitas tidur sebagai bahan evaluasi gaya hidup. Namun, data dari smartwatch tetap berperan sebagai referensi kebugaran harian, bukan pengganti pemeriksaan medis.

Baterai menjadi aspek penting lain dari REDMI Watch 6. Xiaomi mengklaim smartwatch ini dapat bertahan hingga 24 hari dalam skenario penggunaan tertentu. Klaim ini menjadi daya tarik bagi pengguna dengan mobilitas tinggi, terutama mereka yang tidak ingin mengisi daya perangkat wearable setiap hari.
Dengan harga promo Rp1,49 juta, REDMI Watch 6 masuk ke pasar yang cukup kompetitif. Banyak produsen kini menawarkan smartwatch dengan fitur olahraga, pemantauan kesehatan, dan layar besar di rentang harga yang semakin agresif. Karena itu, Xiaomi perlu mengandalkan kombinasi fitur, desain, daya tahan baterai, dan jaringan penjualan resmi untuk menarik konsumen.
Di sisi lain, REDMI Watch 6 juga memperlihatkan strategi Xiaomi dalam memperluas ekosistem REDMI. Perusahaan tidak lagi hanya mendorong smartphone sebagai produk utama, tetapi juga memperkuat kategori perangkat pendukung seperti wearable dan tablet.
Kehadiran Redmi Pad 2 9.7 inch
Bersamaan dengan pengumuman REDMI Watch 6, Xiaomi juga menyiapkan kehadiran REDMI Pad 2 9.7 inci di Indonesia pada 2 Juni 2026. Tablet compact ini akan menyasar pengguna yang membutuhkan perangkat untuk belajar, bekerja, membaca e-book, menonton konten, membuat dokumen, hingga mengedit foto dan video.
Kehadiran REDMI Watch 6 dan REDMI Pad 2 9.7 inci menunjukkan arah yang lebih jelas dari Xiaomi di Indonesia. Perusahaan ingin membangun ekosistem perangkat yang saling melengkapi untuk kebutuhan produktivitas, hiburan, olahraga, dan kesehatan.
Bagi konsumen, REDMI Watch 6 menjadi opsi baru di kelas smartwatch Rp1 jutaan. Perangkat ini menawarkan layar besar, desain tipis, lebih dari 150 mode olahraga, pemantauan kesehatan harian, ketahanan air 5 ATM, dan baterai panjang. Paket tersebut cukup kuat di atas kertas.
Namun, pasar smartwatch tidak hanya menilai spesifikasi. Pengalaman penggunaan harian, akurasi sensor, kenyamanan aplikasi pendamping, dan konsistensi baterai akan menentukan daya tarik perangkat ini dalam jangka panjang. REDMI Watch 6 memberi Xiaomi peluang untuk memperkuat posisi di pasar wearable, tetapi konsumen tetap akan menilai apakah fitur yang ditawarkan benar-benar terasa dalam rutinitas sehari-hari.

