Tech & AI

Signify Bidik Hemat Energi 60 TWh di 2030 Lewat Interact

Signify 60 TWh

BagusTech – Signify menargetkan penghematan energi kumulatif sebesar 60 TWh untuk pelanggan hingga 2030 lewat program keberlanjutan Brighter Lives, Better World 2030. Perusahaan pencahayaan global itu juga memperkenalkan generasi terbaru platform Interact untuk membantu bangunan dan jaringan penerangan kota memakai energi secara lebih efisien.

Signify mengumumkan inisiatif tersebut pada 7 Mei 2026. Perusahaan menempatkan target itu sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi, efisiensi sumber daya, dan transformasi pencahayaan berbasis data. Melalui Interact terbaru, Signify ingin mendorong pelanggan profesional, pengelola gedung, industri, dan pemerintah kota mengelola sistem pencahayaan dengan data real-time.

Target 60 TWh menjadi angka utama dalam agenda Signify hingga akhir dekade ini. Perusahaan juga membidik pengurangan intensitas emisi CO₂ portofolio sebesar 35 persen per tahun. Selain itu, Signify menargetkan 41 persen pendapatan berasal dari solusi yang memberi manfaat lebih luas dari sekadar penerangan, termasuk keselamatan, keamanan, kesehatan, kesejahteraan, pencahayaan tenaga surya, dan produksi pangan yang efisien.

As Tempelman, Chief Executive Officer Signify, mengatakan program Brighter Lives, Better World 2030 berangkat dari kebutuhan pelanggan terhadap solusi yang lebih hemat energi dan lebih efisien dalam penggunaan sumber daya.

“Program ‘Brighter Lives, Better World 2030’ didesain untuk menghadirkan solusi yang meningkatkan kualitas hidup, menghemat energi, dan memanfaatkan sumber daya dengan lebih baik – yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan,” kata As Tempelman dalam siaran pers perusahaan.

Baca Juga

Signify Dorong Efisiensi Energi Lewat Lampu Pintar

Signify melihat efisiensi energi sebagai kebutuhan mendesak bagi bisnis dan pemerintah kota. Kebutuhan listrik terus meningkat, sementara banyak wilayah masih bergantung pada energi fosil. Kondisi ini membuat sektor bangunan dan infrastruktur perkotaan harus mencari cara yang lebih cepat untuk menekan konsumsi energi.

Di Asia Tenggara, Signify menyebut permintaan energi terus tumbuh dan hampir 80 persen pasokannya masih sangat bergantung pada bahan bakar fosil. Perusahaan menilai kondisi itu dapat meningkatkan tekanan terhadap emisi dan ketahanan energi dalam jangka panjang.

Jitender Khurana, Chief Executive Officer of Professional Business for Southeast Asia & Far East, menyoroti peran bangunan dalam konsumsi energi global. Ia mengatakan bangunan menyumbang 40 persen dari total konsumsi energi dan emisi global. Karena itu, peningkatan sistem pencahayaan menjadi salah satu langkah paling cepat untuk menekan penggunaan energi.

“Bangunan menyumbang 40 persen dari total konsumsi energi dan emisi global, menjadikan peningkatan sistem pencahayaan menjadi salah satu langkah paling cepat dan efektif yang dapat dilakukan,” kata Jitender Khurana.

Menurut Signify, peningkatan sistem pencahayaan dapat mengurangi penggunaan energi hingga 80 persen. Langkah ini juga dapat memangkas emisi Scope 1 dan Scope 2 secara langsung. Klaim ini mempertegas posisi lampu pintar sebagai bagian dari strategi efisiensi energi, bukan sekadar perangkat pendukung di gedung dan jalan kota.

Interact Terbaru Pakai Data Real-Time

Signify memperkuat strategi tersebut lewat platform Interact generasi terbaru. Platform ini memakai data real-time untuk memantau, mengontrol, dan mengoptimalkan sistem pencahayaan di gedung maupun jaringan lampu luar ruang berskala besar.

Perusahaan memperkenalkan empat solusi utama dalam pembaruan Interact. Pertama, Interact for Intelligent Buildings. Solusi ini membantu pemilik dan pengelola gedung mengatur pencahayaan melalui pemantauan terpusat secara real-time. Signify menyebut solusi ini telah digunakan di lebih dari 40.000 proyek di seluruh dunia.

Kedua, Interact EasyConnect. Solusi ini menyederhanakan penerapan pencahayaan terkoneksi di area luar ruang melalui konektivitas seluler dan hybrid. Dengan pendekatan tersebut, pelanggan tidak perlu bergantung pada instalasi kabel yang rumit dan infrastruktur tambahan yang luas.

Ketiga, Central Management System atau CMS. Sistem ini memberi platform digital terpadu untuk memantau, mengontrol, dan mengelola jaringan pencahayaan luar ruang dari jarak jauh. CMS juga memberi visibilitas real-time sehingga pengelola dapat meningkatkan efisiensi pemeliharaan dan menjaga kinerja pencahayaan di berbagai titik.

Keempat, Traffic and Weather Adaptive Lighting Systems. Solusi ini menyesuaikan tingkat pencahayaan berdasarkan arus lalu lintas dan kondisi cuaca secara real-time. Sistem dapat menaikkan pencahayaan saat lalu lintas padat atau cuaca buruk, lalu menurunkannya saat aktivitas jalan menurun.

Lampu Masuk Ekosistem Smart City

Langkah Signify memperlihatkan perubahan arah industri pencahayaan. Lampu kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai sumber cahaya. Lampu mulai menjadi bagian dari infrastruktur digital yang terhubung dengan sensor, data, dan sistem manajemen energi.

Dalam konteks smart city, jaringan lampu jalan dapat membantu pemerintah kota mengatur konsumsi listrik dengan lebih presisi. Pemerintah kota tidak hanya menyalakan atau mematikan lampu berdasarkan jadwal tetap. Mereka dapat menyesuaikan intensitas cahaya berdasarkan kondisi lalu lintas, cuaca, dan kebutuhan keselamatan publik.

Model seperti ini relevan bagi kota yang ingin menekan tagihan energi tanpa mengorbankan visibilitas jalan. Sistem pencahayaan adaptif juga memberi peluang untuk mengurangi pemborosan listrik pada jam sepi, area rendah aktivitas, atau kondisi jalan yang tidak membutuhkan pencahayaan maksimal.

Di gedung komersial, Interact dapat membantu pengelola membaca pola penggunaan ruang dan menyesuaikan pencahayaan dengan okupansi. Pendekatan ini penting bagi kantor, pusat belanja, hotel, rumah sakit, kampus, dan kawasan industri yang memakai pencahayaan dalam skala besar.

Ekonomi Sirkular Jadi Bagian Strategi

Selain efisiensi energi, Signify juga memperkenalkan pendekatan ekonomi sirkular melalui kerangka “use less, use longer, use again”. Perusahaan menjalankan pendekatan ini melalui dua program, yaitu Signify Circle dan Signify Switch.

Signify Circle menyasar pelanggan profesional lewat produk dan layanan yang mengikuti prinsip sirkularitas. Program ini mencakup produk Circle khusus, Light as a Service, remanufaktur, suku cadang, dan upgrade kits.

Sementara itu, Signify Switch membantu pelanggan dalam pembiayaan dan penerapan sistem LED yang lebih hemat energi. Program ini dapat membantu pelanggan yang ingin beralih ke pencahayaan efisien, tetapi masih mempertimbangkan biaya awal investasi.

Strategi ini menunjukkan bahwa Signify tidak hanya mengejar penurunan konsumsi listrik. Perusahaan juga ingin memperpanjang masa pakai produk, mengurangi penggunaan material baru, dan membuka jalur pembaruan sistem tanpa harus mengganti seluruh perangkat.

Tantangan Ada di Biaya dan Implementasi

Meski punya peluang besar, adopsi sistem pencahayaan pintar tetap menghadapi tantangan. Pelanggan profesional perlu melihat manfaat ekonomi secara jelas sebelum mengganti atau meningkatkan sistem pencahayaan yang sudah berjalan.

Faktor biaya awal, integrasi dengan infrastruktur lama, kesiapan teknis, dan dukungan pemeliharaan akan menentukan kecepatan adopsi. Pengelola gedung dan pemerintah kota juga membutuhkan perhitungan penghematan, estimasi waktu balik modal, serta bukti bahwa sistem berbasis data benar-benar dapat menekan biaya operasional.

Di pasar seperti Indonesia, peluang implementasi tetap terbuka lebar. Banyak gedung komersial, fasilitas publik, kawasan industri, dan jaringan jalan kota masih membutuhkan sistem pencahayaan yang lebih efisien. Jika adopsi berjalan konsisten, lampu pintar dapat menjadi salah satu jalan praktis untuk menekan konsumsi energi di sektor bangunan dan perkotaan.

Target 60 TWh yang dicanangkan Signify memperlihatkan bahwa industri pencahayaan mulai masuk ke fase baru. Lampu tidak lagi hanya menerangi ruang. Lampu juga menjadi bagian dari strategi bisnis, efisiensi energi, dan pengurangan emisi.

Melalui Brighter Lives, Better World 2030 dan Interact generasi terbaru, Signify ingin menunjukkan bahwa teknologi pencahayaan dapat memberi dampak langsung terhadap biaya energi dan agenda keberlanjutan. Pertanyaan berikutnya bukan hanya seberapa pintar sebuah lampu bekerja, tetapi seberapa cepat bisnis dan kota mau memakai teknologi itu untuk mengurangi pemborosan energi.

Bagus Arthakusuma

Bagus Arthakusuma

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Untuk Kamu

FinTech & App Tech & AI

SiteMinder Luncurkan Dynamic Revenue Plus untuk Hotel

BagusTech – Industri perhotelan bergerak cepat, dan waktu sering kali menjadi faktor penentu antara peluang dan kerugian. Untuk membantu hotel
E-Vehicle Tech & AI

Strategi Pabrikan EV China Hadapi Pemangkasan Insentif Pajak

BagusTech – Mulai tahun 2026, pembelian mobil listrik di China tak lagi bebas pajak sepenuhnya. Pemerintah akan memangkas insentif untuk