BagusTech – Samsung resmi memperkenalkan Galaxy A57 dan Galaxy A37 sebagai lini terbaru di segmen mid-range. Peluncuran ini mempertegas strategi Samsung untuk mempertahankan dominasi di kelas menengah, yang selama ini menjadi kontributor utama volume penjualan global perusahaan. Generasi sebelumnya, terutama Galaxy A56, mencatat performa penjualan tinggi di Eropa dan masuk dalam daftar perangkat paling populer di berbagai platform.
Samsung tidak membawa perubahan drastis pada generasi kali ini. Perusahaan justru memperkuat aspek yang paling relevan bagi pengguna, mulai dari performa, efisiensi, daya tahan, hingga integrasi fitur berbasis kecerdasan buatan atau AI.

Baca Juga
- Samsung Galaxy S26 Series Resmi Masuk Indonesia
- Eunike Tanzil Garap Ringtone Samsung, Over The Horizon 2026
- Samsung Galaxy S26 Bisa Kirim & Terima File AirDrop Apple
Samsung Galaxy A57
Galaxy A57 menjadi model utama dalam seri ini. Samsung membekalinya dengan chipset Exynos 1680 berbasis fabrikasi 4nm. Chipset ini membawa GPU Xclipse 550 serta peningkatan signifikan di sektor pemrosesan AI dengan kemampuan hingga 19,6 TOPS. Peningkatan ini menunjukkan fokus Samsung pada efisiensi sekaligus kemampuan AI langsung di perangkat.

Samsung juga memperbesar vapor chamber hingga 13 persen untuk menjaga stabilitas performa dalam penggunaan berat seperti gaming dan multitasking. Langkah ini memperlihatkan pendekatan yang lebih serius terhadap sustain performance, bukan hanya sekadar peningkatan angka benchmark.

Dari sisi desain, Galaxy A57 hadir dengan frame metal yang lebih premium. Perangkat ini memiliki ketebalan 6,9 mm dan bobot 179 gram, lebih tipis dan ringan dibanding generasi sebelumnya. Samsung juga meningkatkan ketahanan dengan sertifikasi IP68, yang membuat perangkat ini lebih tahan terhadap air dan debu dibanding generasi sebelumnya yang masih berada di IP67.
| Model | Samsung Galaxy A57 5G |
| Chipset | Exynos 1680 (4 nm) |
| RAM | 8/12GB |
| ROM | 256/512GB |
| Baterai | 5000 mAh |
| Charger | 45W Kabel |
| Layar | 6.7-inch Super AMOLED+, 120Hz, HDR10+, 1200 nits (HBM), 1900 nits (peak) 1080 x 2340 pixels Corning Gorilla Glass Victus+, Mohs level 5 |
| Kamera Belakang | 50 MP, f/1.8, (wide) OIS 12 MP, f/2.2, 123˚ (ultrawide) 5 MP, f/2.4, (macro) |
| Kamera Depan | 12 MP, f/2.2, (wide) |
| Video | 4K@30fps, 1080p@30/60fps, HDR, gyro-EIS (belakang) 4K@30fps, 1080p@30/60fps, 10-bit HDR (depan) |
| Koneksi | 5G, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6e, Bluetooth 6.0, NFC, USB Type-C 2.0, OTG |
| Audio | Dual Speaker |
| Sensor Sidik Jari | Dalam Layar |
| NFC | ada |
| Dimensi | 161.5 x 76.8 x 6.9 mm |
| Berat | 179 gram |
| Ketahanan | IP68 |
| Sistem Operasi | Android 16, One UI 8.5 up to 6 major Android upgrades, |
| Warna | Biru, Abu-Abu, Pink, Ungu |
| Harga | Rp7.599.000 (8/128) Rp8.299.000 (8/256) Rp8.999.000 (12/256) |
Samsung Galaxy A37
Galaxy A37 hadir sebagai alternatif yang lebih terjangkau. Samsung menggunakan chipset Exynos 1480 yang sebelumnya telah digunakan di generasi sebelumnya. Meski tidak membawa peningkatan besar di sektor performa, perangkat ini tetap menawarkan pengalaman yang stabil untuk penggunaan harian.

Samsung mempertahankan bodi plastik dengan ketebalan 7,4 mm dan bobot 196 gram. Namun, perusahaan tetap memberikan peningkatan penting berupa sertifikasi IP68. Peningkatan ini menjadi nilai tambah yang signifikan di kelasnya.

Galaxy A37 juga tetap membawa konfigurasi kamera utama 50MP dan kamera depan 12MP. Perbedaan utama dibanding A57 terletak pada kamera ultra-wide yang hanya 8MP, sementara A57 menggunakan sensor 12MP.
| Model | Samsung Galaxy A37 5G |
| Chipset | Exynos 1480 (4 nm) |
| RAM | 8/12GB |
| ROM | 128/256GB |
| Baterai | 5000 mAh |
| Charger | 45W Kabel |
| Layar | 6.7-inch Super AMOLED, 120Hz, HDR10+, 1200 nits (HBM), 1900 nits (peak) 1080 x 2340 pixels Corning Gorilla Glass Victus+, Mohs level 5 |
| Kamera Belakang | 50 MP, f/1.8, (wide) OIS 8 MP, f/2.2, 123˚ (ultrawide) 5 MP, f/2.4, (macro) |
| Kamera Depan | 12 MP, f/2.2, (wide) |
| Video | 4K@30fps, 1080p@30/60fps, HDR, gyro-EIS (belakang) 4K@30fps, 1080p@30fps, 10-bit HDR (depan) |
| Koneksi | 5G, Wi-Fi 802.11 a/b/g/n/ac/6, Bluetooth 5.4, NFC, USB Type-C 2.0, OTG |
| Audio | Dual Speaker |
| Sensor Sidik Jari | Dalam Layar |
| NFC | ada |
| Dimensi | 162.9 x 78.2 x 7.4 mm |
| Berat | 196 gram |
| Ketahanan | IP68 |
| Sistem Operasi | Android 16, One UI 8.5 up to 6 major Android upgrades, |
| Warna | Hijau, Abu-Abu, Putih, Ungu |
| Harga | Rp6.599.000 (8/128) Rp7.299.000 (8/256) |
Spek Unggulan Lain
Samsung menyematkan layar 6,7 inci Super AMOLED pada kedua perangkat dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate 120Hz. Layar ini mendukung pengalaman visual yang konsisten untuk berbagai kebutuhan, mulai dari konsumsi konten hingga aktivitas produktivitas ringan.
Di sektor daya, kedua perangkat menggunakan baterai 5.000 mAh dengan dukungan pengisian cepat 45W. Samsung mengklaim pengisian daya dapat mencapai sekitar 60 persen dalam waktu 30 menit, yang memberikan fleksibilitas lebih bagi pengguna dengan mobilitas tinggi.

Samsung mulai memperluas adopsi fitur AI ke segmen mid-range. Galaxy A57 dan A37 membawa sejumlah fitur berbasis AI yang sebelumnya lebih identik dengan lini flagship.
Fitur tersebut mencakup Best Face untuk memilih ekspresi terbaik dalam foto, Auto Trim untuk mempermudah pengeditan video, serta Object Eraser yang kini menghasilkan editan lebih natural. Samsung juga menghadirkan fitur Voice Transcription yang memungkinkan konversi suara ke teks secara langsung.
Selain itu, kedua perangkat mendukung fitur seperti Circle to Search dan integrasi asisten berbasis AI. Samsung menegaskan komitmennya untuk menghadirkan AI ke lebih banyak pengguna. Presiden dan Head of Device eXperience Samsung Electronics, TM Roh, menyatakan bahwa lini Galaxy A terbaru menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendemokratisasi AI ke pasar yang lebih luas.

Samsung menjalankan Galaxy A57 dan A37 dengan One UI 8.5 berbasis Android 16. Perusahaan menjanjikan pembaruan hingga enam generasi Android serta enam tahun pembaruan keamanan.
Dukungan ini menjadi salah satu keunggulan utama dibanding banyak kompetitor di kelas mid-range. Samsung menempatkan aspek umur pakai perangkat sebagai faktor penting dalam keputusan pembelian, seiring dengan semakin panjangnya siklus penggunaan smartphone oleh konsumen.
Ketersediaan
Samsung mulai mendistribusikan Galaxy A57 dan A37 secara global pada April 2026. Namun, perusahaan belum mengumumkan harga dan jadwal resmi untuk pasar Indonesia.
Absennya informasi harga membuka ruang spekulasi terkait positioning kedua perangkat ini di pasar domestik. Dengan persaingan ketat dari brand seperti Xiaomi, realme, dan vivo, strategi harga akan menjadi faktor penentu keberhasilan seri ini di Indonesia.
Galaxy A57 dan A37 menunjukkan arah strategi Samsung yang semakin jelas di kelas menengah. Perusahaan tidak mengejar inovasi yang bersifat kosmetik, melainkan memperkuat fondasi utama perangkat, mulai dari performa stabil, daya tahan fisik, hingga dukungan software jangka panjang.
Pendekatan ini menempatkan Samsung dalam posisi yang cukup kuat untuk menghadapi kompetitor yang agresif di segmen harga. Pertanyaannya kini bukan sekadar seberapa canggih spesifikasi yang ditawarkan, tetapi apakah kombinasi fitur, AI, dan daya tahan ini cukup untuk mempertahankan loyalitas pengguna di tengah banyaknya pilihan di pasar.

