BagusTech – Selama bertahun-tahun, pengguna Vivo dan iQOO sering mengeluh soal FuntouchOS yang terasa kurang mulus, membingungkan, dan tidak konsisten. Kini, OriginOS 6 hadir membawa semangat dan fitur terbaru.
Bukan sekadar ganti kulit, melainkan re-arsitektur total pengalaman pengguna dengan fokus pada kelancaran visual, respons cepat, dan kecerdasan fitur. Transisi besar ini dikonfirmasi Vivo secara global, dengan Indonesia menjadi salah satu pasar perdana pada 15 Oktober.
Untuk memahami skala perubahan ini, mari kita telusuri bagaimana OriginOS 6 menata ulang identitas sistem Vivo dari dalam ke luar.
Baca Juga
- Perbedaan Spesifikasi vivo V60 Lite 4G dan 5G Yang Sama Persis
- Spesifikasi & Harga vivo V60 Lite Dengan Performa Kencang
- OriginOS 6 Resmi Diluncurkan, Vivo Ungkap Roadmap Perangkat
Fitur Baru di OriginOS 6
Desain & Tata Letak
Bagian paling mencolok dari OriginOS 6 adalah tampilannya. Vivo memperkenalkan desain transparansi bertingkat ala liquid glass, lengkap dengan ikon melingkar, widget membulat, serta tata letak Control & Notification Center bergaya split. Kini notifikasi muncul di sisi kiri, sementara kontrol cepat seperti volume dan brightness hadir di sisi kanan. Transisi ini terasa lebih natural dan modern, dengan efek lembut seperti di iOS.


Dengan pendekatan ini, Vivo mencoba menempatkan OriginOS di level pengalaman premium tanpa meninggalkan ciri khas Android.
Animasi
Di balik tampilan yang cantik, OriginOS 6 membawa perubahan mendasar pada mesin animasi paralel. Teknologi baru ini memungkinkan pergerakan elemen UI berlangsung bersamaan tanpa tersendat, bahkan saat membuka 40–50 aplikasi sekaligus. Uji awal menunjukkan peningkatan kelancaran signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Ini menandakan fokus Vivo bukan hanya kosmetik, tapi benar-benar mengutamakan stabilitas dan pengalaman harian pengguna.
Fitur Atomic Island OriginOS 6 ala Dynamic Island
Salah satu inovasi paling menarik adalah Atomic Island, adaptasi Vivo terhadap Dynamic Island dari Apple. Elemen di sekitar kamera depan kini menjadi pusat informasi dinamis yang dapat diatur sesuai kebutuhan: mulai dari kontrol musik, status baterai, animasi pengisian daya, hingga pintasan ke screen recording.

Media teknologi seperti Gadgets360 menilai fitur ini “meningkatkan interaktivitas tanpa mengganggu antarmuka.” Dengan kemampuan kustomisasi penuh, pengguna dapat mengubah tampilan Atomic Island sesuai gaya mereka sendiri.
Fitur Personalisasi OriginOS 6 Mendalam
Vivo juga memberi ruang ekspresi lebih luas lewat lock-screen customization. Pengguna bisa mengubah font, warna, ukuran jam, menambah widget, bahkan memasang video wallpaper dan efek 3D motion/tilt yang berubah sesuai kemiringan ponsel.

Prinsip yang disebut “Comfort Engineering”—mengutamakan kenyamanan visual dan navigasi alami—menjadi inti pendekatan ini. Saat layar dimiringkan, wallpaper berganti dengan efek 3D transisi lembut yang memberi sensasi hidup, menghadirkan pengalaman baru yang lebih personal.
File Manager, dialer, dan Recent Menu Baru
Vivo memperbaiki banyak keluhan dasar pengguna. Kini ada File Manager yang lebih intuitif, dialer baru yang mendukung perekaman panggilan tanpa pengumuman (tergantung wilayah), serta Recent Apps yang bisa diatur baik secara horizontal maupun vertikal.
Detail kecil ini menjadikan sistem terasa lebih matang dan efisien. Tak ada lagi kesan “setengah jadi” seperti pada FuntouchOS sebelumnya—semua terasa menyatu dan terstruktur rapi.
Fitur AI OriginOS 6
Pembaruan OriginOS 6 juga menonjol di bidang kecerdasan buatan. Fitur AI smart tools kini menyatu ke seluruh sistem: object & people removal di galeri, AI summarization dan smart writing tools di aplikasi Notes, hingga integrasi AI Car Control di beberapa pasar tertentu.
Vivo menyebut langkah ini sebagai upaya menjadikan ponsel lebih proaktif. Bukan sekadar alat, tapi asisten digital yang memahami konteks penggunaan sehari-hari.
Ketersediaan, Beta, dan Jadwal Rilis
Peluncuran global OriginOS 6 dimulai 15 Oktober, sementara beta testing telah dibuka sejak 29 September untuk batch pertama. Jadwal rilis penuh akan dilakukan bertahap, bergantung pada model dan wilayah, dengan versi stabil diperkirakan hadir 3–4 bulan kemudian.
Vivo merilis jadwal resmi pembaruan OriginOS 6 yang akan dimulai pada November 2025 dan berlanjut hingga Mei 2026. Berikut garis besarnya:
- November 2025: X Fold5, X200 Series, iQOO 13, iQOO Neo10 Series.
- Desember 2025: X Fold3 Series, X100 Series, iQOO 12 Series, iQOO Neo9 Series.
- Januari 2026: X Fold2, X90 Series, S30 Series, iQOO 11 Series.
- Februari 2026: X Flip, S20 Series, iQOO Neo8 & Z9 Series.
- Maret 2026: X Fold+, S19 Series, Pad5 & Pad3 Series, iQOO 10 Series.
- April 2026: S18 Series, Y500, iQOO Neo7 Series.
- Mei 2026: Y300 Series.
Transisi ke OriginOS 6 bukan sekadar penyegaran visual—ini adalah strategi unifikasi global Vivo. Dengan menyatukan desain dan fitur di seluruh pasar, Vivo mengurangi fragmentasi, mempercepat pembaruan, dan memperkuat citra brand di level premium.
Jika janji kelancaran animasi, personalisasi bebas, dan AI kontekstual ini terpenuhi, Vivo berpeluang besar menyaingi rival seperti Samsung dan Xiaomi dalam hal pengalaman perangkat lunak.
OriginOS 6 menjadi simbol kedewasaan ekosistem Vivo. Antarmuka ini bukan hanya terlihat modern, tetapi juga terasa efisien, ringan, dan cerdas. Ia menandai berakhirnya era kompromi di sisi software bagi pengguna Vivo dan iQOO.
Kini semua tergantung pada dua hal: konsistensi pembaruan dan kualitas rilis stabil. Jika keduanya berhasil dijaga, OriginOS 6 bisa menjadi salah satu skin Android terbaik dan paling matang di tahun ini.
Catatan redaksi: beberapa fitur (seperti perekaman panggilan atau kontrol mobil berbasis AI) mungkin berbeda antar negara tergantung regulasi. Untuk daftar resmi perangkat dan jadwal pembaruan, pengguna disarankan memeriksa situs resmi Vivo atau iQOO di wilayah masing-masing.

