Tech & AI

SiteMinder-Zucchetti Perkuat Teknologi Hotel Global

SiteMinder dan Zucchetti memperluas integrasi teknologi hotel untuk dorong distribusi, konektivitas, dan pendapatan.

SiteMinder dan Zucchetti memperkuat kemitraan strategis untuk memperluas integrasi teknologi hotel di pasar global. Kerja sama ini menyasar peningkatan konektivitas sistem, distribusi kamar, dan peluang pendapatan baru bagi pelanggan hotel bersama di berbagai negara.

Kolaborasi ini mempertemukan SiteMinder, platform hotel commerce berbasis kecerdasan buatan atau AI, dengan Zucchetti, penyedia teknologi perhotelan asal Italia yang memperluas bisnisnya secara global. Keduanya ingin menjawab masalah utama industri hotel: sistem operasional yang masih terpisah, lambat, dan sulit mengikuti perubahan permintaan wisatawan.

Baca Juga

Hasil Kolaborasi Siteminder & Zucchetti

Melalui penguatan kemitraan ini, Vertical Booking, central reservation system atau CRS milik Zucchetti, akan terhubung dengan platform SiteMinder. Integrasi tersebut melengkapi Simple Booking, internet booking engine milik Zucchetti yang sudah lebih dulu tersambung dengan SiteMinder sejak 2016 dan digunakan oleh ratusan pelanggan bersama di sejumlah negara.

Zucchetti juga memperluas kemampuan koneksi antara platform SiteMinder dan property management system atau PMS miliknya. Integrasi ini memberi hotel jalur yang lebih rapi untuk mengelola reservasi, kanal distribusi, data pemesanan, hingga strategi pendapatan. Hotel dapat mengurangi pekerjaan manual dan bergerak lebih cepat saat kondisi pasar berubah.

Kerja sama ini akan berjalan di Italia dan Spanyol, lalu menjangkau pasar utama lain di Eropa, Asia Pasifik, dan Amerika. Asia menjadi wilayah penting dalam ekspansi tersebut karena Zucchetti sudah memiliki basis pengguna aktif di kawasan ini, termasuk Indonesia, Thailand, Filipina, Vietnam, dan Tiongkok.

Zucchetti saat ini melayani sekitar 48.500 pelanggan di sektor perhotelan di seluruh dunia. Perusahaan tersebut menawarkan berbagai solusi, mulai dari PMS, CRS, revenue management system, hingga portofolio perangkat lunak hotel lain. Di Asia saja, lebih dari 1.500 properti aktif menggunakan layanan Zucchetti.

Di sisi lain, SiteMinder menggabungkan distribusi, analisis data, dan manajemen pendapatan dalam satu platform. Perusahaan ini melayani lebih dari 53.000 hotel di seluruh dunia dan memiliki jaringan lebih dari 2.350 mitra. Skala tersebut membuat integrasi dengan Zucchetti relevan bagi hotel yang ingin memperluas jangkauan penjualan tanpa menambah kerumitan sistem.

CEO Zucchetti Hospitality, Angelo Guaragni, menyebut kerja sama ini sebagai langkah strategis jangka panjang. Ia menilai Zucchetti dan SiteMinder memiliki kekuatan yang saling melengkapi untuk melayani basis pelanggan yang sama di berbagai pasar pariwisata dan hospitality utama dunia.

“Ini adalah kemitraan yang kami pandang sangat strategis untuk jangka panjang,” ujar Angelo Guaragni. Ia mengatakan kolaborasi ini memberi pelanggan fleksibilitas untuk membangun ekosistem teknologi yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sekaligus membuka akses terhadap peluang pendapatan yang lebih besar.

Pernyataan itu menegaskan arah baru bisnis teknologi hotel. Penyedia platform tidak lagi hanya menawarkan perangkat lunak secara terpisah. Mereka harus membuka koneksi antarsistem agar hotel dapat menjalankan operasional, distribusi, dan strategi pendapatan dalam satu alur kerja yang lebih cepat.

Kebutuhan tersebut muncul karena banyak hotel masih bergantung pada sistem yang terfragmentasi. Berdasarkan survei terhadap 700 hotelier di berbagai pasar destinasi utama dunia, hampir 40 persen responden menyatakan bahwa sistem yang terpisah dan kompleksitas dalam menambahkan channel distribusi membatasi kemampuan mereka menangkap permintaan wisatawan.

Survei yang sama juga menunjukkan 58 persen responden menilai speed-to-market sebagai faktor penting dalam memanfaatkan peluang pendapatan. Dalam industri hotel, kecepatan tersebut menentukan kemampuan properti untuk menambah kanal penjualan, menyesuaikan harga, dan merespons lonjakan permintaan pada waktu yang tepat.

Chief Operating Officer SiteMinder, Jonathan Kenny, mengatakan Zucchetti merupakan nama terpercaya dalam teknologi hospitality. Ia menyebut kemitraan ini memperkuat hubungan yang sudah memberi hasil nyata bagi pelanggan bersama selama hampir satu dekade.

“Hotel seharusnya tidak terhambat oleh teknologi yang mereka gunakan,” kata Jonathan Kenny. Ia menambahkan, hotel perlu memiliki kebebasan lebih besar untuk memilih dan mengakses teknologi kelas dunia agar dapat merespons permintaan pasar secara real-time dan menjangkau lebih banyak wisatawan dari pasar yang relevan.

Bagi industri perhotelan, isu konektivitas sistem punya dampak langsung terhadap pendapatan. Hotel yang sulit menambah kanal distribusi akan kehilangan peluang saat permintaan muncul dari pasar baru. Hotel yang lambat membaca data juga berisiko salah menentukan harga, terutama pada musim liburan, periode acara besar, atau saat tren perjalanan berubah cepat.

Integrasi SiteMinder dan Zucchetti mencoba menjawab persoalan tersebut dengan pendekatan yang lebih terbuka. Hotel dapat memilih kombinasi sistem yang sesuai dengan kebutuhan operasional, tanpa harus terjebak dalam ekosistem tertutup yang membatasi pertumbuhan.

Bagi pasar Indonesia, kerja sama ini penting untuk dicermati. Industri hotel di Indonesia semakin bergantung pada distribusi digital, online travel agent, mesin pemesanan langsung, dan pengelolaan harga berbasis data. Properti yang mampu menghubungkan sistem internal dengan jaringan distribusi global akan punya posisi lebih kuat untuk mengejar okupansi dan pendapatan.

Namun, teknologi saja tidak cukup. Hotel tetap perlu menyiapkan strategi data, tim operasional, dan pemahaman pasar agar integrasi sistem menghasilkan dampak bisnis. Tanpa kesiapan tersebut, platform canggih hanya akan menjadi alat tambahan yang belum tentu meningkatkan kinerja pendapatan.

Kemitraan SiteMinder dan Zucchetti menunjukkan bahwa persaingan hotel global bergerak ke arah yang semakin berbasis konektivitas. Hotel yang bisa menyederhanakan sistem, memperluas kanal distribusi, dan merespons pasar secara cepat akan memiliki peluang lebih besar untuk bertahan. Di tengah kompetisi yang makin ketat, teknologi bukan lagi pelengkap operasional, melainkan fondasi utama untuk menjaga pertumbuhan bisnis hotel.

Bagus Arthakusuma

Bagus Arthakusuma

About Author

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Artikel Untuk Kamu

FinTech & App Tech & AI

SiteMinder Luncurkan Dynamic Revenue Plus untuk Hotel

BagusTech – Industri perhotelan bergerak cepat, dan waktu sering kali menjadi faktor penentu antara peluang dan kerugian. Untuk membantu hotel
E-Vehicle Tech & AI

Strategi Pabrikan EV China Hadapi Pemangkasan Insentif Pajak

BagusTech – Mulai tahun 2026, pembelian mobil listrik di China tak lagi bebas pajak sepenuhnya. Pemerintah akan memangkas insentif untuk