BagusTech – Peta persaingan laptop Windows memasuki babak baru di CES 2026. Qualcomm memperkenalkan Snapdragon X2 Plus, platform komputasi yang diproyeksikan memperluas ekosistem Windows 11 Copilot+ PC-kategori PC yang mengandalkan akselerasi AI di perangkat (on-device). Di tengah tuntutan kerja hibrida, mobilitas tinggi, dan tren generative AI, Qualcomm menempatkan X2 Plus sebagai jawaban untuk pengguna yang ingin perangkat tipis-ringan, kencang, sekaligus tahan digunakan berhari-hari tanpa “ketergantungan colokan”.
Bukan sekadar refresh, Snapdragon X2 Plus hadir sebagai sinyal ambisi Qualcomm: membuat laptop berbasis Arm tak lagi dipandang sebagai alternatif, melainkan opsi utama untuk produktivitas dan kreativitas modern.
Baca Juga
- Foundry Samsung Siap Comeback untuk Snapdragon for Galaxy
- Baru Rilis, Ini Perbedaan Snapdragon 6s Gen 3 Dengan 695
- Snapdragon 6s Gen 4 Resmi Hadir Dorong Performa & Fitur 5G
Apa yang Dibawa Snapdragon X2 Plus?
Secara posisi, Snapdragon X2 Plus adalah anggota terbaru keluarga Snapdragon X Series yang menyasar profesional, kreator pemula, hingga pengguna harian. Qualcomm menekankan kombinasi tiga elemen: performa responsif, efisiensi daya untuk multi-day battery life, dan AI on-device yang lebih serius.
Dalam pernyataan resminya, Kedar Kondap (SVP & GM computing and gaming Qualcomm Technologies) menegaskan arah tersebut: “Modern professionals and creators want to do more… Snapdragon X2 Plus platform delivers the power, efficiency and intelligence to surpass their ambitions, making each experience more responsive and personal.”
Kekuatan utama Snapdragon X2 Plus bertumpu pada Qualcomm Oryon generasi ke-3 dan proses fabrikasi 3nm. Di product brief, Qualcomm mencantumkan dua varian utama:
- Snapdragon X2 Plus 10-core (X2P-64-100): total cache 34MB, multi-core max frequency 4,0GHz, boost single-core hingga 4,04GHz.
- Snapdragon X2 Plus 6-core (X2P-42-100): total cache 22MB, multi-core max frequency 4,0GHz, boost single-core hingga 4,04GHz.
Yang menarik, Qualcomm menekankan pengalaman “benar-benar mobile”-tanpa penurunan performa saat memakai baterai. Ini adalah poin yang kerap menjadi kritik pada laptop tipis yang agresif menahan clocks saat unplugged. Jika klaim ini terbukti konsisten di perangkat ritel, X2 Plus berpotensi menjadi platform yang lebih “jujur” untuk kerja lapangan: rapat berpindah, liputan, editing cepat, hingga presentasi tanpa drama.
Di era Copilot+ PC, angka TOPS kini menjadi indikator penting. Snapdragon X2 Plus dibekali Hexagon NPU 80 TOPS, yang memungkinkan lebih dari 50 pengalaman AI berjalan langsung di perangkat. Kapabilitas ini mencakup akselerasi editing foto dan video, generasi konten multimodal, hingga agen AI yang bekerja di latar untuk mendukung produktivitas.
Pendekatan AI on-device ini menekan ketergantungan pada cloud, sehingga latensi lebih rendah, biaya lebih efisien, dan privasi lebih terjaga-faktor penting bagi pengguna profesional.
GPU Adreno pada Snapdragon X2 Plus mengusung arsitektur sliced yang dirancang untuk grafis lebih realistis dan efisien. Dukungan DirectX 12.2 Ultimate, Vulkan 1.4, dan OpenCL 3.0 memastikan kesiapan untuk aplikasi kreatif modern.
Platform ini mampu menggerakkan layar internal hingga 4K 144Hz serta mendukung konfigurasi multi-monitor agresif, mulai dari tiga layar 4K 144Hz hingga 5K 60Hz, menjadikannya relevan untuk workflow kreatif dan produktivitas multi-layar.
Snapdragon X2 Plus mendukung memori LPDDR5x hingga 128GB dengan kecepatan 9.523 MT/s dan bandwidth hingga 152GB/s. Konfigurasi ini memastikan sistem tetap responsif saat menghadapi multitasking berat, termasuk skenario AI on-device dan aplikasi produktivitas berjalan bersamaan.
Untuk mobilitas, Snapdragon X2 Plus membawa Wi-Fi 7 (FastConnect 7800), Bluetooth 5.4 dengan Snapdragon Sound, serta modem Snapdragon X75 5G opsional dengan klaim kecepatan unduh hingga 10 Gbps. Stabilitas koneksi ini menjadi fondasi penting bagi kerja kolaboratif dan mobilitas tinggi di era PC selalu-terhubung.
Snapdragon X2 Plus juga menaruh perhatian pada keamanan dan kebutuhan enterprise. Fitur seperti automatic presence detection, autentikasi biometrik, serta proteksi chip-to-cloud melalui Qualcomm SPU dan Microsoft Pluton disertakan.
Dukungan Out-of-Band (OOB) remote manageability dan Snapdragon Guardian Technology menjadikan platform ini relevan bukan hanya untuk konsumen, tetapi juga lingkungan bisnis dan organisasi.
Ketersediaan: Target 1H26 dan Peran OEM
Qualcomm menyatakan perangkat berbasis Snapdragon X2 Plus dari sejumlah OEM akan tersedia untuk dibeli pada paruh pertama 2026 (1H26). Artinya, pembuktian terbesar bukan di panggung CES, melainkan saat laptop-laptop ritel muncul. Bagaimana performa dan efisiensi bertahan dalam pengujian harian, kompatibilitas aplikasi, serta pengalaman pengguna Windows on Arm secara menyeluruh.
Snapdragon X2 Plus datang di momen ketika laptop tidak lagi sekadar alat kerja, melainkan “mesin” produktivitas yang juga harus cerdas, aman, dan selalu terhubung. Bila Qualcomm dan para OEM mampu membuktikan janji performa kencang + efisiensi multi-day + AI on-device dalam penggunaan sehari-hari, maka X2 Plus bisa menjadi titik penting yang menggeser persepsi: PC Windows berbasis Arm bukan lagi eksperimen, tetapi arus utama.
Pada akhirnya, pertanyaan untuk 2026 bukan hanya “seberapa kencang laptop ini?”, melainkan “seberapa lama ia bisa mengikuti ritme hidup Anda-tanpa mengubah cara Anda bekerja?”

