BagusTech – Samsung telah mengambil langkah revolusioner dalam dunia chipset untuk menghadirkan GPU hasil kolaborasi dengan AMD, Exclypse 530 di Galaxy A55 5G.
Didukung oleh chipset Exynos 1480, ponsel ini tidak hanya menjanjikan peningkatan yang signifikan dalam kinerja keseluruhan, tetapi juga menampilkan lonjakan performa grafis yang tinggi.
Mari kita telaah lebih dalam tentang apa yang membuat chipset ini begitu istimewa, terutama dalam hal GPU yang digunakan.
Baca Juga
- Samsung Hadirkan Knox di Galaxy A55 5G & A35 5G
- Harga & Spesifikasi Samsung Galaxy A35 5G
- Harga & Spesifikasi Samsung Galaxy A55 5G
Pemakaian GPU Exclipse 530 di Exynos 1480
Chipset Exynos 1480 yang didesain oleh Samsung sendiri, merupakan kelanjutan dari Exynos 1380 yang telah ada sebelumnya.
Salah satu aspek yang membuat Exynos 1480 begitu menonjol adalah konfigurasi CPU-nya.
Dengan delapan inti, chipset ini memiliki empat inti dengan clock speed sebesar 2,75GHz dan empat inti lainnya berjalan pada 2,05GHz, memberikan keseimbangan optimal antara daya dan kinerja.
Namun, yang benar-benar mencuri perhatian adalah GPU yang digunakan, yaitu Exclipse 530.
GPU ini tidak sekadar produk biasa, tetapi merupakan hasil kolaborasi antara Samsung dan AMD, menggunakan arsitektur RDNA 2 yang terkenal dari AMD.
Kehadiran GPU ini secara mengejutkan melangkah jauh dari berita sebelumnya tentang berakhirnya kerjasama antara kedua perusahaan, membuktikan bahwa inovasi dan kemitraan terus menjadi fokus utama industri ini.
Meskipun Exclipse 530 tidak menggunakan arsitektur terbaru, yaitu RDNA 3 yang ditemukan dalam Exynos 2400, seri flagship Samsung yang digunakan dalam Galaxy S24, kehadirannya tetap mengesankan.
Meskipun belum jelas apakah GPU ini memiliki kemampuan ray tracing seperti flagship, kekuatan yang dimiliki GPU dengan arsitektur AMD ini menjadi pendorong utama dalam meningkatkan performa, terutama dalam pengalaman gaming di kelas menengah.
Perbandingan Performa
Dalam hasil bencmark yang beredar di X, hasil uji AnTuTu Exynos 1480 mampu mencetak skor sekitar 700 ribuan, menandai peningkatan sebesar 41% dari pendahulunya, Exynos 1380 dalam Galaxy A54.

Sementara dalam pengujian Geekbench 6, perbedaan ini semakin mencolok.
Dengan Exynos 1380 di Galaxy A54 mencetak skor Single Core 1016, Multi Core 2787, dan GPU 2985, Exynos 1480 di Galaxy A55 berhasil menghasilkan skor Single Core 1161, Multi Core 3398, dan GPU 3994, menunjukkan peningkatan yang signifikan di semua aspek, terutama pada performa grafis.


Penggunaan GPU dengan arsitektur AMD telah terbukti memberikan lonjakan performa yang signifikan, terutama dalam hal grafis.
Meskipun demikian, peningkatan pada sektor CPU juga patut diperhatikan, meskipun tidak setinggi pada sektor GPU.
Ini menandakan bahwa Samsung telah berhasil menciptakan solusi yang seimbang dan kuat untuk pasar ponsel kelas menengah, memberikan pengalaman yang memuaskan bagi pengguna yang menuntut kinerja tinggi dalam berbagai aplikasi dan game.
Dengan demikian, Galaxy A55 5G dengan chipset Exynos 1480 dan GPU Exclipse 530 memberikan bukti konkret bahwa inovasi terus berkembang dalam industri chipset ponsel.
Dengan menawarkan kombinasi yang kuat antara performa CPU dan GPU yang unggul, ponsel ini memperkuat posisi Samsung sebagai pemimpin dalam teknologi ponsel seluler, sambil memberikan pengalaman yang luar biasa bagi penggunanya.

