bagustech.media – Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita, bersama dengan Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Taufiek Bawazier, serta jajaran eselon I Kementerian Perindustrian, telah melakukan kunjungan kerja ke pabrik PT Sharp Electronics Indonesia.
Kunjungan ini bertujuan untuk memeriksa langsung proses produksi produk AC Sharp di Kawasan Industri KIIC (Karawang International Industrial City), yang baru diresmikan pada pertengahan Agustus 2023.
Baca Juga
- JBL FESTIVAL “DARE TO LISTEN” Hadirkan Konser Dewa 19
- Inovasi Audio Premium Samsung
- Berjalan di Karpet Merah: Beby Tsabina dan Infinix di VIFF 2023
Pabrik produk penyejuk udara (AC) PT Sharp Electronics Indonesia ini memiliki luas lahan sebesar 3,5 hektar dengan kapasitas produksi mencapai 1,2 juta unit per tahun dan menyerap tenaga kerja sebanyak 1.000 karyawan.

Menteri Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan apresiasi kepada PT Sharp Electronics Indonesia atas kontribusinya dalam peningkatan iklim investasi di sektor industri elektronik.
“Pada kesempatan ini saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran PT Sharp Electronics Indonesia atas dukungannya terhadap upaya pemerintah dalam peningkatan iklim investasi, khususnya di bidang industri elektronik,” kata Menteri Agus.
Kedatangan Menteri Perindustrian beserta jajarannya disambut dengan baik oleh Presiden Direktur PT Sharp Electronics Indonesia, Shinji Teraoka.
Teraoka menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan tersebut dan mengungkapkan, “Terima kasih atas kunjungan Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang Kartasasmita. Kami sangat menghargai perhatian dan dukungan yang diberikan oleh pemerintah Indonesia akan perkembangan sektor industri di Indonesia.”

Pabrik AC ini merupakan tambahan dari basis produksi elektronik lokal Sharp Indonesia.
Sebelumnya, Sharp telah mengoperasikan pabrik lemari es, mesin cuci, dan LED TV.
Dengan beroperasinya pabrik AC ini, Sharp Indonesia berharap dapat mempertahankan posisinya sebagai produsen elektronik terkemuka di Indonesia dan meningkatkan pangsa pasar hingga mencapai 25%.
Menteri Agus menambahkan, “Kami mengapresiasi lini produksi baru untuk produk AC PT Sharp Electronics Indonesia. Sehingga diharapkan selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, ke depannya dapat semakin kompetitif mengisi pangsa pasar ekspor. Selain itu, dengan adanya produksi baru di PT Sharp Electronics Indonesia, dapat mendorong pertumbuhan industri komponen elektronika dalam negeri sebagai bentuk penguatan struktur industri dalam negeri.”
Saat ini, Sharp Indonesia telah menggunakan sekitar 60% komponen lokal dalam produksinya dan berencana meningkatkan volume ekspor ke negara-negara di Asia Tenggara, Timor Leste, Kepulauan Fiji, Timur Tengah, Afrika, dan Papua Nugini.
Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menjadikan Indonesia sebagai basis produksi produk elektronika yang dapat memenuhi kebutuhan baik di dalam negeri maupun pasar internasional.

