Editorial Topic
Sustainability & CSR

Garmin Run 2026 Bawa AI dan Wearable ke Race

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Garmin Run 2026 digelar di ICE BSD pada 20 September 2026.
  • Ajang ini menargetkan 8.000 pelari.
  • Kategori mencakup 5K, 10K, 21K, dan Kids Dash.
  • Garmin membawa fitur wearable seperti Training Readiness dan Recovery.
  • Halodoc memakai HILDA untuk pre-screening kesehatan berbasis AI.
  • Bank Saqu memberi cashback 20 persen untuk pembelian tiket tertentu.

Garmin Indonesia akan menggelar 2026 Garmin Run Marathon Series – Indonesia di ICE BSD, Tangerang, pada Minggu, 20 September 2026. Ajang ini menargetkan 8.000 pelari dan membawa pendekatan berbasis teknologi lewat smartwatch Garmin, skrining kesehatan berbasis AI dari Halodoc, serta dukungan pembayaran digital Bank Saqu.

Garmin Run 2026 mengusung tema “From Zero to Hero”. Garmin memakai tema ini untuk menggambarkan perjalanan pelari dari pemula sampai mampu mencapai target pribadi. Tahun ini, Garmin juga menaikkan skala ajang tersebut dari Garmin Run Asia Series menjadi bagian dari Garmin Run Marathon Series, rangkaian event lari yang masuk kalender regional dan global Garmin. Situs Garmin Singapura mencantumkan Indonesia sebagai salah satu negara dalam Garmin Run Marathon Series 2026, dengan jadwal pada 20 September 2026.

Targetkan 8.000 Pelari di ICE BSD

Garmin Run 2026 membuka kategori 5K, 10K, Half Marathon 21K, dan Kids Dash. Situs JadwalLari.id juga mencatat event ini berlangsung di ICE BSD, Tangerang, dengan kategori Kids Dash, 5K, 10K, dan 21K.

“Filosofi ‘From Zero to Hero’ adalah semangat utama dari Garmin Run 2026. Kami percaya setiap pelari memiliki perjalanan progresnya masing-masing, dan Garmin Run hadir untuk merayakan setiap proses tersebut,” ujar Rian Krisna, Marketing Communications Manager Garmin Indonesia.

Rian mengatakan peningkatan kuota menjadi 8.000 peserta menunjukkan komitmen Garmin untuk menyediakan panggung yang lebih besar, aman, dan kompetitif bagi pelari.

Wearable Garmin Jadi Alat Bantu Latihan

Garmin menempatkan wearable sebagai bagian penting dari pengalaman race. Perusahaan mendorong peserta memakai fitur seperti Training Plan, Training Readiness, Recovery, dan metrik progres latihan di smartwatch Garmin. Fitur ini membantu pelari membaca kesiapan tubuh, mengatur intensitas latihan, dan memahami waktu pemulihan.

Langkah ini relevan dengan tren kebugaran saat ini. Laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025 menyebut 30 persen Gen Z berencana meningkatkan belanja fitness pada 2026, sementara 63 persen lebih banyak Gen Z dibanding Gen X menyebut wearable sebagai investasi kebugaran terbesar mereka pada 2025.

AdvertisementIn-Article Banner

Halodoc Pakai AI untuk Skrining Peserta

Garmin juga menggandeng Halodoc sebagai Official Health Partner. Seluruh peserta wajib menjalani pre-screening kesehatan sebelum acara. Proses ini memakai HILDA, asisten kesehatan berbasis AI dari Halodoc, untuk memberi rekomendasi personal berbasis data.

Rachel Sugeha, VP of Growth and Marketing Halodoc, mengatakan risiko terbesar dalam ajang lari tidak hanya muncul saat lomba berlangsung. Risiko juga muncul saat pelari turun ke race tanpa memahami kondisi tubuhnya. Menurut Rachel, pre-screening memberi peserta gambaran kesehatan yang lebih akurat sebelum mulai berlari.

Bank Saqu Beri Cashback Tiket

Garmin Run 2026 turut didukung Bank Saqu sebagai Official Banking Partner. Bank digital itu menawarkan cashback 20 persen untuk nasabah baru dengan kode referral GARMINXBSQ. Promo berlaku untuk pembelian tiket 5K, 10K, dan 21K melalui QRIS Bank Saqu pada 1 Juni hingga 19 September 2026, dengan kuota 1.000 pengguna voucher pertama.

Melalui promo tersebut, harga tiket menjadi Rp340.000 untuk 5K, Rp415.200 untuk 10K, dan Rp588.000 untuk 21K. Harga normalnya masing-masing Rp425.000, Rp519.000, dan Rp735.000.

Tren Lari Makin Kuat di Indonesia

Garmin Run 2026 hadir saat tren lari di Indonesia terus naik. GoodStats, mengutip data Jadwal Lari Indonesia, mencatat jumlah event lari di Indonesia mencapai 558 acara pada 2025, naik dari 458 acara pada 2024. Tren ini ikut mendorong sektor hotel, transportasi, kuliner, ritel olahraga, dan UMKM.

Dengan kombinasi race, wearable, AI kesehatan, pembayaran digital, asuransi, dan sustainability, Garmin Run 2026 menunjukkan arah baru event olahraga. Lomba lari tidak lagi hanya soal jarak dan medali. Data tubuh, keamanan peserta, dan pengalaman digital kini ikut menentukan kualitas sebuah race.

Bagi pelari, teknologi tidak menggantikan latihan. Namun, teknologi bisa membantu mereka memahami tubuh sendiri sebelum mengejar personal best di garis finis.