Editorial Topic
Entertainment

Ini Masalah Aston Martin, Setelah Barcelona & Monaco

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • Aston Martin masih tertinggal jauh pada F1 2026.
  • Monaco dan Barcelona menunjukkan masalah AMR26 tidak hanya berasal dari power unit Honda.
  • Fernando Alonso dan Lance Stroll gagal keluar dari papan bawah dalam dua balapan terakhir.
  • Masalah Aston Martin mencakup mesin, deployment energi, gearbox, aerodinamika, dan reliabilitas.
  • Paket upgrade besar berikutnya menjadi penentu arah musim Aston Martin.

Aston Martin menghadapi tekanan besar setelah dua akhir pekan sulit di Grand Prix Monaco dan Barcelona-Catalunya. Dua balapan itu memperlihatkan bahwa masalah tim asal Silverstone tersebut tidak hanya berasal dari power unit Honda, tetapi juga dari integrasi keseluruhan mobil AMR26.

Aston Martin datang ke musim 2026 dengan ekspektasi tinggi. Tim ini memulai era baru bersama Honda, mengembangkan mobil di bawah pengaruh teknis Adrian Newey, serta membawa ambisi besar setelah investasi besar dalam beberapa tahun terakhir. Namun, performa di lintasan belum mencerminkan target tersebut.

Monaco dan Barcelona Jadi Cermin Masalah

Monaco dan Barcelona menjadi gambaran paling jelas. Kedua sirkuit memiliki karakter berbeda. Monaco lebih menuntut grip mekanis, traksi, dan kemampuan mobil bekerja di tikungan lambat. Barcelona menuntut efisiensi aerodinamika, kestabilan di tikungan medium hingga cepat, manajemen ban, dan deployment energi yang kuat.

Aston Martin tetap tertinggal di dua karakter lintasan tersebut. Di Monaco, Fernando Alonso dan Lance Stroll gagal keluar dari barisan belakang saat kualifikasi. Alonso memang akhirnya meraih satu poin, tetapi hasil itu datang setelah sejumlah insiden dan penalti menimpa rival. Hasil tersebut belum cukup untuk menunjukkan kebangkitan performa AMR26.

Barcelona memberi pukulan lebih besar. Stroll dan Alonso kembali mengisi dua posisi terbawah dalam kualifikasi. Alonso bahkan memulai balapan dari pit lane setelah tim mengganti komponen power unit. Pada balapan utama, kedua mobil Aston Martin gagal finis. Stroll masuk garasi lebih awal karena masalah gearbox, sementara Alonso berhenti pada lap 40 akibat masalah terkait baterai.

Kepala trackside Aston Martin, Mike Krack, mengakui bahwa tim tidak bisa menunjuk satu penyebab tunggal. Menurutnya, perbedaan karakter Monaco dan Barcelona justru memperjelas bahwa Aston Martin harus memperbaiki banyak area sekaligus.

AdvertisementIn-Article Banner

Bukan Hanya Masalah Mesin Honda, Tapi Integrasi

Masalah Honda tetap menjadi bagian penting dari krisis Aston Martin. Power unit RA626H belum memberi performa dan keandalan yang dibutuhkan. Sejak awal musim, Aston Martin juga menghadapi isu vibrasi, battery management, dan energy deployment. Namun, hasil di Monaco menunjukkan bahwa kelemahan mobil tidak berhenti pada tenaga mesin.

AMR26 juga menghadapi persoalan integrasi. Regulasi F1 2026 membuat hubungan antara power unit, gearbox, sistem pemulihan energi, aerodinamika, dan perangkat lunak menjadi semakin penting. Mobil tidak cukup hanya punya mesin kuat atau chassis efisien. Semua komponen harus bekerja dalam satu paket yang stabil dan mudah dikendalikan.

Kondisi itu membuat Aston Martin berada dalam posisi sulit. Tim tidak agresif membawa pembaruan kecil dari balapan ke balapan. Mereka memilih menunggu paket upgrade besar yang dijadwalkan hadir pada pertengahan musim. Strategi tersebut memberi waktu lebih banyak untuk memperbaiki fondasi mobil, tetapi juga membuat Alonso dan Stroll harus bertahan dengan mobil yang belum kompetitif dalam beberapa seri ke depan.

Situasi klasemen juga mempertegas tekanan tersebut. Aston Martin baru mengoleksi satu poin dan masih berada di papan bawah konstruktor. Dengan sumber daya besar, status kemitraan pabrikan bersama Honda, serta keterlibatan Newey, hasil ini menjadi salah satu start paling mengecewakan bagi Aston Martin sejak kembali ke Formula 1.

Aston Martin kini tidak hanya mengejar tenaga mesin. Tim harus menyelesaikan krisis integrasi AMR26. Tanpa perbaikan menyeluruh, paket upgrade besar berikutnya belum tentu cukup untuk membawa mereka keluar dari papan bawah.