BagusTech – Acer Indonesia meluncurkan gerakan “Kelola e-Waste, Sayangi Bumi” yang mengajak masyarakat aktif mengumpulkan sampah elektronik.
Gerakan ini menjadi bagian dari inisiatif #SayangBumi yang menekankan pentingnya tanggung jawab teknologi terhadap lingkungan. Leny Ng, President Director Acer Indonesia, mengatakan bahwa setiap tindakan kecil bisa memberi dampak besar bagi bumi.
Baca Juga
- Promo Laptop ACER Sambut Predator League 2025
- Spesifikasi ACER Nitro Blaze 11, PC Gaming Tabletop Inovatif
- Acer Perkenalkan Swift 14 AI Dengan Processor AMD Ryzen 300
Setiap orang di dunia menghasilkan rata-rata 7 kg e-waste per tahun. Angka ini menumpuk hingga 62 juta ton pada 2022 dan bisa mencapai 82 juta ton pada 2030. Indonesia menyumbang sekitar 1,9 juta ton, namun hanya 17,4% yang dikelola dengan benar.
Sisa e-waste mengandung logam berat yang mencemari tanah dan air. Acer hadir untuk mengubah masalah ini menjadi aksi nyata lewat program pengumpulan e-waste nasional.

Cara Ikut Program e-Waste Acer Indonesia
Mulai 14 Oktober hingga 17 Desember 2025, masyarakat bisa mengumpulkan e-waste di Acer Exclusive Store, toko mitra, sekolah, dan titik dropbox strategis di berbagai kota. Setiap 1 kg e-waste setara dengan 1 bibit pohon yang akan ditanam di Sentul Eco Forest pada Januari 2026.
Acer menargetkan 2 ton e-waste terkumpul dan akan menanam 2.000 pohon. Setiap pohon dewasa bisa menyerap 21 kg CO₂ per tahun dan menghasilkan oksigen untuk dua orang.
Acer juga mengadakan workshop edukatif bertajuk “Dari Sampah Elektronik, Jadi Aksi Heroik” di sekolah-sekolah Jakarta dan Bogor bersama Yayasan SeaSoldier. Kegiatan ini membangun kesadaran anak muda soal pentingnya pengelolaan e-waste dan konsumsi yang lebih bijak.
Gerakan Acer bukan sekadar kampanye, tapi ajakan untuk bertindak. Masyarakat bisa berperan langsung menjaga lingkungan lewat langkah sederhana: mengumpulkan perangkat lama agar bisa diolah menjadi harapan baru. Acer menunjukkan bahwa inovasi sejati bukan hanya menciptakan teknologi, tapi juga memastikan bumi tetap layak ditinggali.

