BagusTech — Salesforce, pemimpin global dalam teknologi Customer Relationship Management (CRM) berbasis kecerdasan buatan (AI), menggelar “Agentforce World Tour” di Jakarta untuk memperkenalkan teknologi kecerdasan buatan, khususnya Agentic AI.
Ajang ini menjadi momen penting untuk memperkenalkan Agentforce, platform tenaga kerja digital yang menghadirkan agen AI otonom ke dalam alur kerja perusahaan.
Baca Juga
- Tips Meningkatkan Produktivitas dengan Fitur-Fitur di Canva
- Meta Hadirkan Lebih Banyak AI Ke Publikasi Video Facebook
- Bebas Iuran Tahunan, Kartu Kredit AEON Biznet Resmi Meluncur
Agentforce merupakan lapisan “agentic” dari platform Salesforce yang memungkinkan organisasi menciptakan dan menyesuaikan agen-agen AI untuk berbagai fungsi bisnis.
Tidak hanya untuk penjualan dan layanan pelanggan, Agentforce juga mendukung aplikasi seperti Tableau, Slack, dan commerce, serta menyediakan perpustakaan keterampilan siap pakai untuk berbagai skenario penggunaan.
“Indonesia memiliki target besar dalam pengembangan ekonomi digital. AI akan menjadi mesin transformasi untuk mewujudkannya,” ujar Edwin Hidayat Abdullah, Direktur Jenderal Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital Indonesia.
Ia menekankan bahwa pemerintah akan segera meluncurkan peta jalan untuk adopsi etis AI, dan menyambut kolaborasi dengan perusahaan teknologi seperti Salesforce.
Lebih dari 500 pelanggan dan mitra hadir dalam acara ini yang menampilkan keynote inspiratif, sesi produk dan industri, demo langsung, serta pengalaman langsung dalam membangun agen AI.
Acara ini menunjukkan bagaimana platform terintegrasi Salesforce—melalui Agentforce, Data Cloud, dan Customer 360—dapat membuka potensi pertumbuhan dan produktivitas baru bagi bisnis Indonesia.
Dalam sesi berbagi pelanggan, Victor Setya, VP Data Tiket.com, membagikan pengalaman perusahaannya yang mengadopsi AI secara luas.
Tiket.com tengah menjajaki pemanfaatan agen AI sebagai mitra perjalanan digital yang dapat mempercepat proses perbandingan harga dan pemesanan. Dengan mengandalkan Service Cloud, Slack, dan Tableau, perusahaan ini menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih terintegrasi dan efisien.
Iman Muhammad, Country Leader Salesforce Indonesia, menegaskan bahwa Agentforce adalah katalis untuk membawa transformasi di berbagai sektor utama, termasuk manufaktur, jasa keuangan, dan telekomunikasi. “Indonesia adalah kekuatan inovasi yang dinamis. Agentforce menawarkan platform tenaga kerja digital terpadu yang memungkinkan bisnis memanfaatkan nilai penuh dari AI,” ujarnya.
Agentforce hadir untuk melampaui batasan chatbot atau co-pilot tradisional.
Dengan kemampuan bertindak proaktif dan integrasi menyeluruh, agen AI ini dapat mendefinisikan ulang peran dan alur kerja dalam organisasi, menciptakan tenaga kerja digital tanpa batas.
Dengan semakin kuatnya dorongan digitalisasi dan dukungan dari pemerintah, adopsi Agentforce menjadi langkah logis dan strategis bagi perusahaan di Indonesia yang ingin bersaing di era AI.

