Editorial Topic
Gadget

Tak Cuma NPU, Ini Modal ROG Jadi Mesin AI Lokal

3 menit baca
AdvertisementResponsive Banner

Ringkasan Cepat

  • ASUS ROG mulai mendorong laptop gaming sebagai perangkat untuk menjalankan AI secara lokal.
  • ROG tidak hanya mengandalkan NPU, tetapi juga GPU, VRAM, RAM, dan sistem pendingin berperforma tinggi.
  • ROG Flow Z13-KJP membawa unified memory 128 GB dan diklaim mampu menjalankan LLM hingga 70B secara lokal.
  • Windows kini mendukung inferensi AI lokal lewat CPU, GPU, maupun NPU.

ASUS Republic of Gamers (ROG) memperluas fungsi laptop gaming ke kebutuhan kecerdasan buatan atau AI melalui ROG AI Masterclass yang dimulai di Yogyakarta pada 14 Agustus 2026.

ASUS membawa materi mengenai AI Agent, otomatisasi workflow hingga Local AI bersama Mindplace. Perusahaan juga memberi peserta kesempatan mencoba sejumlah laptop ROG yang selama ini lebih identik dengan gaming.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa ASUS tidak hanya mengandalkan Neural Processing Unit atau NPU untuk menawarkan kemampuan AI. ROG juga mempunyai GPU berperforma tinggi, kapasitas memori besar, serta sistem pendingin yang memungkinkan perangkat menjalankan beban komputasi berat dalam waktu lama.

Local AI Tidak Hanya Bergantung pada NPU

NPU memang menjadi salah satu komponen utama dalam gelombang AI PC terbaru. Namun, perangkat tidak harus menggunakan NPU untuk menjalankan seluruh workload AI secara lokal.

Microsoft melalui Windows ML mendukung inferensi AI menggunakan NPU, GPU, maupun CPU. Framework tersebut secara otomatis dapat memanfaatkan hardware accelerator yang tersedia untuk menjalankan model AI langsung pada perangkat.

Microsoft Foundry Local juga dapat menggunakan GPU NVIDIA melalui CUDA, GPU lain yang kompatibel, NPU tertentu, atau CPU sebagai fallback. Setelah pengguna mengunduh dan menyimpan model, Foundry Local dapat menjalankan inferensi tanpa ketergantungan pada cloud.

Karakteristik itu memberi laptop gaming keuntungan karena kategori perangkat ini sejak awal membawa GPU dengan kemampuan komputasi paralel tinggi.

GPU dan Memori Jadi Modal ROG untuk Local AI

ROG Zephyrus G16 2026 menjadi salah satu contohnya. Laptop ini menggunakan Intel Core Ultra 9 386H dengan NPU hingga 50 TOPS, tetapi ASUS juga menawarkan GPU hingga NVIDIA GeForce RTX 5090 Laptop dengan VRAM GDDR7 24 GB.

Kombinasi tersebut membuat kemampuan AI perangkat tidak hanya bertumpu pada NPU. GPU dapat menangani workload yang lebih berat, sementara VRAM menyediakan ruang untuk memuat model dan data yang lebih besar.

ROG Flow Z13-KJP membawa pendekatan yang berbeda. Perangkat dengan AMD Ryzen AI Max+ 395 tersebut menawarkan unified memory 128 GB. ASUS menyebut sistem dapat mengalokasikan hingga 96 GB sebagai VRAM dan mengklaim perangkat mampu menjalankan Large Language Model atau LLM hingga 70 miliar parameter secara lokal.

Klaim tersebut berasal dari ASUS dan bukan hasil pengujian independen dalam ROG AI Masterclass.

AdvertisementIn-Article Banner

ROG Perluas Fungsi Laptop Gaming

ASUS sendiri menempatkan Local AI sebagai salah satu materi utama dalam ROG AI Masterclass. Peserta mempelajari cara membuat workspace berbasis AI, menggunakan AI Agent untuk otomatisasi tugas, serta memahami penggunaan Local AI dalam berbagai skenario.

ASUS juga membawa Zephyrus Duo, Flow Z13, Zephyrus G16, Strix SCAR 18, TUF Gaming F16, dan TUF Gaming A14 dalam sesi hands-on.

Langkah ini memperlihatkan perubahan fungsi laptop gaming di tengah perkembangan AI PC. NPU tetap penting untuk tugas AI dengan efisiensi daya tinggi, tetapi GPU, kapasitas VRAM atau unified memory, serta kemampuan mempertahankan performa juga menentukan jenis model AI yang dapat berjalan secara lokal.

Bagi ROG, hardware yang sebelumnya mengejar performa gaming kini membuka fungsi lain. Laptop gaming dapat berkembang menjadi workstation Local AI untuk kreator, pengembang, hingga profesional yang membutuhkan pemrosesan AI langsung dari perangkat.