Sony RX10 V Meluncur, Masih Pakai Lensa 24-600mm Lama
Ringkasan Cepat
- Sony RX10 V hadir hampir sembilan tahun setelah RX10 IV.
- Kamera ini tetap memakai lensa Zeiss 24-600mm f/2.4-4.
- Sony menambahkan autofocus AI, burst 30 fps, dan video 4K 120p.
- Harga Sony RX10 V mencapai 2.299,99 dolar AS.
Sony resmi memperkenalkan RX10 V, kamera superzoom premium generasi kelima yang hadir hampir sembilan tahun setelah RX10 IV. Kamera ini membawa sistem autofocus berbasis AI, burst lebih cepat, serta kemampuan video yang lebih modern. Namun, Sony tetap memakai lensa Zeiss 24-600mm f/2.4-4 yang sudah muncul pada RX10 III sejak 2016.
Sony merancang RX10 V sebagai kamera all-in-one untuk fotografi perjalanan, olahraga, satwa liar, burung, hingga aviasi. Lensa zoom optik 25x tersebut mencakup sudut lebar 24mm sampai supertelefoto 600mm tanpa mengharuskan pengguna mengganti lensa.
Sony RX10 V Masih Memakai Lensa Lama
Sony tidak mengubah rentang, bukaan, atau desain dasar lensa RX10 V. RX10 IV yang meluncur pada 2017 juga memakai lensa Zeiss Vario-Sonnar T 24-600mm f/2.4-4. Keputusan ini membuat peningkatan RX10 V lebih banyak bertumpu pada sistem elektronik, autofocus, dan pemrosesan gambar.
Kamera ini memakai sensor stacked Exmor RS tipe 1 inci dengan resolusi efektif 20,1 MP. Sony memasangkan sensor tersebut dengan prosesor BIONZ XR dan unit pemrosesan AI, teknologi yang juga perusahaan gunakan pada sejumlah kamera mirrorless Alpha.
Kombinasi tersebut memungkinkan RX10 V memotret beruntun hingga 30 fps tanpa blackout sambil mempertahankan pelacakan autofocus dan auto exposure. Sebagai perbandingan, RX10 IV hanya mencapai 24 fps.
Autofocus AI Kenali Burung hingga Pesawat
Sony RX10 V memiliki 575 titik phase-detection autofocus yang mencakup sekitar 70,6 persen area gambar. Sistem Real-time Recognition AF dapat mengenali manusia, hewan, burung, serangga, mobil, kereta, dan pesawat.
Unit AI juga membaca posisi kepala dan tubuh manusia. Fitur ini membantu kamera mempertahankan fokus ketika subjek membelakangi kamera, memakai helm, atau menutupi sebagian wajah.
Sony membidik fotografer olahraga dan satwa liar yang membutuhkan jangkauan panjang tanpa membawa kamera serta beberapa lensa besar.
“Dengan generasi kelima kamera ini, kami membawa fitur penting dari lini Alpha untuk menjadikan RX10 V pilihan bagi fotografer satwa liar, burung, atau olahraga,” kata Yang Cheng, Vice President of Imaging Solutions Sony Electronics.
Sony RX10 V Bisa Rekam Video 4K 120p
Sony meningkatkan kemampuan video RX10 V hingga 4K 60p dengan lebar sensor penuh. Kamera juga dapat merekam video 4K 120p dengan sudut pandang yang lebih sempit.
Dukungan videonya mencakup perekaman 10-bit 4:2:2, S-Cinetone, S-Log3, kompresi All-Intra, serta user LUT. Sony juga menyediakan Active Mode untuk membantu menstabilkan rekaman saat pengguna merekam dengan tangan.
Sony turut mengganti baterai generasi sebelumnya dengan NP-FZ100. Baterai ini mampu menghasilkan sekitar 630 foto melalui layar, atau sekitar 50 persen lebih banyak daripada RX10 IV.
Kamera ini juga membawa viewfinder OLED 3,68 juta titik, layar sentuh miring 3 inci, port USB-C, Wi-Fi 5 GHz, dan satu slot kartu SD UHS-II.
Meski membawa sejumlah peningkatan, RX10 V kehilangan filter ND internal dan flash pop-up yang tersedia pada pendahulunya. Layarnya juga hanya dapat dimiringkan dan tidak bisa diputar menghadap ke depan.
Harga Sony RX10 V
Sony mematok RX10 V seharga 2.299,99 dolar AS (sekitar 41 juta rupiah) dan mulai menjualnya pada Agustus 2026. Harga tersebut naik dari RX10 IV yang meluncur seharga 1.700 dolar AS pada 2017.
RX10 V menawarkan kecepatan, autofocus, baterai, dan video yang jauh lebih modern. Namun, kamera ini tetap mengandalkan lensa 24-600mm berusia sekitar satu dekade.
Nilai utama RX10 V bukan terletak pada optik baru, melainkan pada kemampuannya menggabungkan jangkauan supertelefoto, autofocus AI, dan video modern dalam satu kamera tanpa lensa tambahan.