Xiaomi Siapkan Mobil Sport EV Dua Pintu
Ringkasan Cepat
- Xiaomi diduga menyiapkan mobil sport listrik dua pintu.
- Prototipe mobil tertangkap diuji di jalan raya China.
- Desainnya mengarah ke coupe performa tinggi dengan sayap belakang besar.
- Xiaomi belum mengonfirmasi nama, spesifikasi, dan jadwal peluncuran.
- Mobil ini berpotensi menjadi model halo untuk memperkuat citra EV Xiaomi.
- Strategi ini sejalan dengan rencana ekspansi global EV Xiaomi mulai 2027.
Xiaomi diduga sedang menyiapkan mobil sport listrik dua pintu setelah sebuah prototipe misterius tertangkap kamera sedang diuji di jalan raya China. Mobil tersebut masih memakai kamuflase tebal dan belum menampilkan logo resmi, tetapi sejumlah elemen desainnya mengarah ke lini kendaraan listrik Xiaomi.
Laporan ArenaEV menyebut prototipe itu tampil dengan bodi rendah, lebar, dan mengusung desain coupe dua pintu. Bagian belakang mobil memperlihatkan lampu menyambung berbentuk ring light bar yang mirip dengan bahasa desain mobil listrik Xiaomi saat ini. Bentuk atapnya juga mengingatkan pada gaya aerodinamis Xiaomi SU7 Ultra, sedan performa tinggi yang lebih dulu menjadi etalase teknologi EV perusahaan tersebut.
Desain Agresif untuk Mobil Performa
Prototipe tersebut membawa sejumlah komponen aerodinamika yang lazim dipakai pada mobil performa tinggi. Mobil ini terlihat memakai sayap belakang besar model swan-neck, diffuser belakang berlapis, pelek multi-spoke, dan kaliper rem berwarna mencolok. Kombinasi itu memberi sinyal bahwa Xiaomi tidak hanya menyiapkan coupe listrik bergaya sporty, tetapi juga kendaraan yang berorientasi pada performa lintasan.
Sejumlah laporan awal menyebut mobil ini kemungkinan mengambil inspirasi dari Xiaomi Vision Gran Turismo, mobil konsep virtual yang diperkenalkan Xiaomi untuk ekosistem Gran Turismo. Namun, Xiaomi belum mengonfirmasi nama, spesifikasi, jadwal peluncuran, atau status produksi dari mobil sport dua pintu tersebut. Karena itu, informasi terkait nama “Xiaomi GT” maupun konfigurasi tenaga besar masih perlu diperlakukan sebagai spekulasi.

Bisa Jadi Model Halo Xiaomi EV
Kehadiran mobil sport dua pintu akan memperluas strategi Xiaomi di pasar kendaraan listrik. Saat ini, Xiaomi sudah memiliki SU7 sebagai sedan listrik dan YU7 sebagai SUV listrik. Perusahaan juga mengembangkan varian performa tinggi seperti SU7 Ultra untuk memperkuat citra teknologinya di segmen premium.

Xiaomi sebelumnya memperkenalkan SU7 Ultra sebagai sedan listrik performa tinggi dengan harga premium dan menempatkannya sebagai penantang model performa dari Tesla dan Porsche. Reuters melaporkan Xiaomi meluncurkan SU7 Ultra dengan klaim sebagai salah satu sedan empat pintu tercepat di dunia, sekaligus sebagai bagian dari strategi premium perusahaan di pasar EV.
Mobil sport dua pintu ini berpotensi menjadi model halo, yaitu produk yang tidak selalu mengejar volume penjualan besar, tetapi berfungsi untuk menunjukkan kemampuan teknologi merek. Xiaomi bisa memakai mobil ini untuk memamerkan pengembangan motor listrik, baterai, sistem pendinginan, aerodinamika, chassis aktif, dan software kendaraan.
Xiaomi Makin Agresif di Pasar EV
Langkah ini muncul saat bisnis EV Xiaomi menunjukkan pertumbuhan kuat di China. Data China Passenger Car Association yang dikutip CnEVPost menyebut Xiaomi EV mengirim 32.759 kendaraan pada Mei 2026. Angka tersebut terdiri dari 24.023 unit SU7 dan 8.736 unit YU7.
Xiaomi juga mulai menyiapkan ekspansi pasar luar China. Reuters melaporkan CEO Xiaomi Lei Jun menyebut perusahaan baru akan mempertimbangkan penjualan mobil di luar China mulai 2027. Xiaomi masih memprioritaskan pasar domestik karena permintaan untuk SU7 dan YU7 tetap kuat.
Dengan konteks tersebut, mobil sport listrik dua pintu dapat menjadi alat penting bagi Xiaomi untuk membangun kredibilitas global sebelum masuk ke pasar internasional. Produk ini juga menunjukkan ambisi Xiaomi untuk tidak hanya bersaing di segmen EV massal, tetapi juga masuk ke wilayah mobil listrik performa tinggi yang selama ini dikuasai merek otomotif mapan.
Untuk saat ini, Xiaomi belum memberi pernyataan resmi terkait prototipe tersebut. Namun, kemunculannya memperlihatkan arah baru bisnis otomotif Xiaomi: dari produsen gadget yang masuk ke EV, menjadi pemain teknologi yang ingin menantang merek performa global.