BagusTech – Digital Edge mengumumkan investasi senilai US$4,5 miliar untuk membangun CGK Campus, pusat data hyperscale berbasis kecerdasan buatan (AI) dengan kapasitas awal 500MW di kawasan GIIC Industrial Estate, Bekasi. Proyek ini menjadi investasi infrastruktur terbesar yang pernah dilakukan Digital Edge dan ditujukan untuk menjawab lonjakan kebutuhan layanan cloud serta AI di Indonesia.
CGK Campus dirancang sebagai fasilitas hyperscale berskala besar yang dapat diperluas hingga 1GW. Digital Edge menilai kapasitas tersebut krusial seiring meningkatnya permintaan pusat data di Indonesia, yang didorong oleh pertumbuhan layanan digital, adopsi cloud, dan pemanfaatan AI di berbagai sektor industri.
Baca Juga
- Intel Gunakan Teknologi 18A Untuk Arsitektur Panther Lake
- Intel Core Ultra Series 3 Resmi Masuk Segmen Edge & Embedded
- MediaTek Genio Perkuat IoT Lewat Edge AI di Dalam Perangka
Fasilitas & Fitur CGK Campus
Dari sisi teknologi, CGK Campus mengusung desain AI-ready hyperscale dengan fokus pada efisiensi dan keberlanjutan. Digital Edge menargetkan Power Usage Effectiveness (PUE) tahunan 1,25, salah satu yang terendah di kelas pusat data hyperscale. Untuk menopang beban kerja AI berintensitas tinggi, fasilitas ini menggunakan teknologi direct-to-chip liquid cooling, serta menerapkan sistem daur ulang air dan integrasi energi terbarukan.

Digital Edge juga membangun CGK Campus dengan arsitektur carrier-neutral guna memberikan fleksibilitas konektivitas bagi pelanggan hyperscale maupun enterprise. Infrastruktur jaringan kampus ini didukung oleh Indonet, anak perusahaan Digital Edge di Indonesia. Seluruh rute fiber baru menuju kawasan GIIC dibangun sepenuhnya di bawah tanah untuk meningkatkan keandalan dan ketahanan jaringan.
Pembangunan
Pembangunan CGK Campus dilakukan secara bertahap. Digital Edge menargetkan gedung pertama beroperasi pada kuartal IV 2026, disusul gedung kedua pada kuartal I 2027 dan gedung ketiga pada kuartal II 2027. Lokasinya yang relatif dekat dengan pusat bisnis Jakarta memungkinkan konektivitas latensi rendah ke berbagai pusat aktivitas ekonomi dan digital.
CEO Digital Edge John Freeman menyebut proyek ini sebagai tonggak penting dalam strategi perusahaan di kawasan Asia Pasifik. Ia menyatakan CGK Campus akan memperkuat kesiapan Indonesia dalam menghadapi lonjakan kebutuhan layanan digital, cloud, dan AI dalam beberapa tahun ke depan.
Sementara itu, CEO Digital Edge Indonesia Stephanus Oscar menilai pertumbuhan kebutuhan infrastruktur digital nasional melaju lebih cepat dibandingkan ketersediaannya. Menurut dia, CGK Campus hadir untuk menutup kesenjangan tersebut dengan menghadirkan kapasitas 500MW yang siap digunakan untuk deployment hyperscale dan AI dalam skala besar.
Dengan kapasitas besar, desain efisien, dan dukungan konektivitas yang kuat, CGK Campus diproyeksikan menjadi salah satu pusat data hyperscale paling strategis di Indonesia. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem cloud domestik, mendorong adopsi AI, serta meningkatkan daya tarik Indonesia sebagai lokasi investasi infrastruktur digital di kawasan Asia Tenggara.

