BagusTech – PT Sumber Segara Primadaya (S2P) – PLTU Cilacap menggelar “Program Pelatihan dan Studi Banding Perangkat Desa di Desa Sijenggung” untuk meningkatkan kompetensi aparatur desa dalam pengelolaan data. Program ini menargetkan perbaikan tata kelola data desa agar perangkat desa dapat menyusun perencanaan pembangunan dan anggaran secara lebih terukur, transparan, serta relevan dengan kebutuhan warga.
S2P menilai pemerintah desa menghadapi tantangan kerja yang semakin kompleks, mulai dari administrasi yang padat hingga tuntutan layanan publik yang cepat. Di saat yang sama, desa harus menyusun kebijakan yang akuntabel. S2P menekankan bahwa fondasi data yang lemah berisiko membuat perencanaan dan pelaksanaan pembangunan tidak tepat sasaran.
Baca Juga
- Maybank Marathon 2026 Digelar 23 Agustus, Visa Jadi Title Sponsor
- Meta Hadirkan Lebih Banyak AI Ke Publikasi Video Facebook
- Hadirkan 19.000 Pekerjaan, Jobstreet Express Jadi Pilihan Industri
Program ini melibatkan perangkat desa dari Desa Menganti, Karangkandri, dan Slarang. S2P menyusun rangkaian kegiatan yang memadukan pelatihan penggunaan web data desa, Focus Group Discussion (FGD), serta studi banding langsung ke Desa Sijenggung. Melalui skema ini, peserta mempelajari penyusunan data secara digital, membahas persoalan lapangan, dan menyusun rencana penerapan digitalisasi data di desa masing-masing.

Dalam studi banding, peserta mempelajari implementasi Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) yang berjalan di Desa Sijenggung. S2P memilih Desa Sijenggung karena desa tersebut menunjukkan konsistensi pembaruan data kependudukan, pemanfaatan indikator SDGs Desa untuk perencanaan dan penganggaran, serta keterbukaan informasi publik.
S2P juga menyoroti parameter Sistem Informasi Desa (SID) yang baik, termasuk kelengkapan dan akurasi data kependudukan, data kemiskinan dan kelompok rentan, potensi ekonomi desa, serta layanan dasar. Program ini mendorong integrasi data dengan indikator SDGs Desa, memastikan data tetap mutakhir, mempermudah akses, dan memperkuat keamanan informasi agar perangkat desa dapat menggunakan data untuk perencanaan, penganggaran, dan pelaporan.

Zam Zam Nurjaman, Manager LK3 & CSR PT S2P, menyatakan pengelolaan data desa menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan dan inklusif. Ia menyebut program ini sebagai bagian dari komitmen CSR perusahaan untuk mendorong desa binaan merencanakan pembangunan berbasis data agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Melalui program ini, S2P menargetkan efisiensi administrasi dan peningkatan kualitas layanan publik. Data yang tersusun rapi membantu perangkat desa mempercepat pelaporan, meningkatkan akurasi dokumen, memantau penggunaan anggaran, dan melakukan evaluasi berbasis indikator. S2P juga mengajak pemerintah desa, lembaga lokal, serta pemangku kepentingan untuk terlibat dalam pelatihan berikutnya guna memperluas penerapan praktik tata kelola desa berbasis data.

