BagusTech – OPPO membuka 2026 dengan membawa Reno15 Pro dan Reno15 Pro Max ke pasar Taiwan dan langsung menjualnya secara ritel. Keduanya sudah tersedia untuk dibeli, lengkap dengan harga resmi, opsi warna, dan konfigurasi memori yang ditetapkan sejak awal.
Kehadiran di Taiwan juga menarik karena menegaskan strategi OPPO untuk memperluas seri Reno15 ke pasar global, setelah pengumuman awal di China pada akhir 2025. Dalam laporan media, OPPO disebut memposisikan Reno15 Pro Max sebagai versi rebranding dari Reno15 Pro yang sebelumnya muncul di China, sementara Reno15 Pro menjadi varian standar untuk pasar internasional.
Baca Juga
- OPPO Reno15 F Rilis Global: Baterai 7.000mAh & IP69
- Pre-order OPPO Reno15, Benefit hingga Rp4,5 Juta
- Oppo Pad Air5 Resmi: Layar 12,1 Inci 120Hz, Baterai 10050mAh
Spek & Fitur Unggulan Reno15 Pro & Reno15 Pro Max


OPPO membekali Reno15 Pro dan Reno15 Pro Max dengan chipset yang sama, yakni MediaTek Dimensity 8450, dipasangkan hingga 12GB RAM. Di atas kertas, ini menempatkan keduanya di segmen menengah premium: cukup kencang untuk aktivitas harian yang padat, produksi konten ringan, hingga gaming yang menuntut stabilitas.
Yang patut dicatat, OPPO tidak membuat perbedaan performa antar-model melalui chipset. Pembeda utamanya justru muncul dari ukuran layar, kapasitas baterai, dan dukungan pengisian daya.

Perbedaan paling terasa ada di layar.
- Reno15 Pro Max: AMOLED 6,78 inci, resolusi Full HD+, refresh rate 120Hz, dan pelindung Corning Gorilla Glass Victus 2.
- Reno15 Pro: AMOLED 6,32 inci dengan spesifikasi inti yang sama (Full HD+ dan 120Hz), tetapi memakai pelindung Gorilla Glass 7i.
Secara positioning, Pro Max jelas menyasar pengguna yang memprioritaskan layar lega untuk hiburan, editing ringan, dan navigasi yang lebih nyaman. Sebaliknya, Reno15 Pro lebih “ringkas”, cocok untuk yang ingin pengalaman flagship-like tanpa bodi besar.

OPPO menyamakan komposisi kamera di kedua model-sebuah keputusan yang biasanya disukai konsumen karena tidak “mengunci” kamera terbaik hanya di varian paling mahal.
Keduanya mengusung triple camera belakang:
- 200MP kamera utama
- 50MP periskop telefoto dengan 3,5x optical zoom
- 50MP ultrawide
Di depan, ada kamera 50MP untuk selfie dan video call.

Dari sudut pandang penggunaan, kombinasi ini mengisyaratkan dua fokus: resolusi tinggi untuk detail (200MP), dan fleksibilitas framing jarak jauh lewat periskop 3,5x. Ini juga selaras dengan tren pasar saat brand berlomba menonjolkan telefoto periskop di segmen menengah premium-fitur yang dulu identik dengan flagship.

Jika kamera dibuat setara, OPPO memberi perbedaan yang lebih ketara kenapa Pro Max berada di atas yaitu baterai lebih besar dan wireless charging.
- Reno15 Pro Max: baterai 6.500mAh, 80W wired, 50W wireless charging.
- Reno15 Pro: baterai 6.200mAh, 80W wired.
Di atas kertas, 6.500mAh dengan 80W berpotensi menjadi kombinasi yang menarik untuk pengguna aktif: kapasitas besar untuk ketahanan harian, ditambah pengisian cepat untuk “top up” singkat. Sementara Pro tetap agresif di wired charging, namun tanpa opsi nirkabel.

Untuk fitur umum, kedua perangkat terbilang lengkap di kelasnya:
- Bluetooth 5.4, Wi‑Fi 6, NFC
- in-display fingerprint
- speaker stereo
- rating ketahanan IP69
Keduanya menjalankan Android 16 dengan ColorOS 16, serta membawa beberapa fitur berbasis AI.
Menariknya, OPPO menyorot ketahanan IP69 sebagai salah satu nilai jual. Di laman resminya, OPPO menekankan bahwa desain berperingkat IP69 dibuat untuk menghadapi kondisi yang menantang, termasuk paparan air dan debu dalam penggunaan sehari-hari (dengan catatan tetap mengikuti batasan garansi dan skenario yang direkomendasikan).
| Model | OPPO Reno15 Pro 5G |
| Chipset | Mediatek Dimensity 8450 (4 nm) |
| RAM | 12GB LPDDR4X |
| ROM | 256GB UFS 3.1 |
| Baterai | 6200 mAh |
| Charger | 80W Kabel Kabel Berbalik |
| Layar | 6.32 inch AMOLED, 1B colors, 120Hz, HDR10+, 600 nits (typ), 1800 nits (HBM) Corning Gorilla Glass 7i |
| Kamera Belakang | 200 MP, f/1.8, 24mm (wide), 1/1.56″, 0.5µm, PDAF, OIS 50 MP, f/2.8, 85mm (telephoto), PDAF, OIS, 3.5x optical zoom 50 MP, f/2.0, 16mm, 116˚ (ultrawide), AF |
| Kamera Depan | 50 MP, f/2.0, 18mm, 100˚ (ultrawide). AF |
| Video | 4K@30/60fps, 1080p@30/60/120/240/480fps, gyro-EIS, HDR, OIS (belakang) 4K@30/60fps, 1080p@30/60fps, gyro-EIS, HDR (depan) |
| Koneksi | Wi-Fi ac, bluetooth 5.4, USB Type-C 2.0, OTG |
| Audio | Dual Speaker |
| Sensor Sidik Jari | Dalam Layar |
| NFC | Ada |
| Dimensi | 151.2 x 72.4 x 8 mm |
| Berat | 187 gram |
| Ketahanan | IP68/IP69 |
| Sistem Operasi | Android 16, ColorOS 16 |
| Warna | Coklat, Biru |
| Harga | NT$20,990 / Rp11.1 juta (12/256) |
| Model | OPPO Reno15 Pro Max 5G |
| Chipset | Mediatek Dimensity 8450 (4 nm) |
| RAM | 12GB LPDDR4X |
| ROM | 256GB UFS 3.1 |
| Baterai | 6500 mAh |
| Charger | 80W Kabel 50W Nirkabel Kabel Berbalik |
| Layar | 6.78 inch AMOLED, 1B colors, 120Hz, HDR10+, 600 nits (typ), 1800 nits (HBM) 1272 x 2772 pixels Corning Gorilla Glass Victus 2 |
| Kamera Belakang | 200 MP, f/1.8, 24mm (wide), 1/1.56″, 0.5µm, PDAF, OIS 50 MP, f/2.8, 85mm (telephoto), PDAF, OIS, 3.5x optical zoom 50 MP, f/2.0, 16mm, 116˚ (ultrawide), AF |
| Kamera Depan | 50 MP, f/2.0, 18mm, 100˚ (ultrawide). AF |
| Video | 4K@30/60fps, 1080p@30/60/120/240/480fps, gyro-EIS, HDR, OIS (belakang) 4K@30/60fps, 1080p@30/60fps, gyro-EIS, HDR (depan) |
| Koneksi | Wi-Fi 6, bluetooth 5.4, USB Type-C 2.0, OTG |
| Audio | Dual Speaker |
| Sensor Sidik Jari | Dalam Layar |
| NFC | Ada |
| Dimensi | 161.3 x 76.5 x 7.7 mm |
| Berat | 205 gram |
| Ketahanan | IP68/IP69 |
| Sistem Operasi | Android 16, ColorOS 16 |
| Warna | Coklat, Emas |
| Harga | Rp12.999.000 (12/256) |
Harga Resmi di Taiwan dan Pilihan Warna
Di Taiwan, OPPO menetapkan skema varian yang sederhana-masing-masing hanya satu konfigurasi.

- Reno15 Pro Max
- Varian: 12GB/512GB
- Harga: NT$ 24.990 (sekitar US$ 795)
- Warna: Midnight Brown, Twilight Gold

- Reno15 Pro
- Varian: 12GB/256GB
- Harga: NT$ 20.990 (sekitar US$ 670)
- Warna: Aurora Blue, Midnight Brown
Dengan konfigurasi tunggal, OPPO tampak ingin menyederhanakan pilihan dan mendorong konsumen langsung ke paket “lebih siap pakai”, terutama dari sisi storage.

