BagusTech – Dorongan pemerintah terhadap pemanfaatan produk dalam negeri kini menjadi faktor kunci dalam pengadaan teknologi pendidikan. Di tengah kebutuhan sekolah akan perangkat pembelajaran digital, Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) menjadi indikator penting yang menentukan kelayakan sebuah produk untuk digunakan secara luas. Menjawab kebutuhan tersebut, Acer Indonesia menghadirkan pembaruan Altos Interactive Flat Panel (IFP) Series dengan capaian TKDN yang memenuhi regulasi nasional sekaligus mendukung transformasi digital di ruang kelas modern.
Baca Juga
- Acer Predator Triton 14 AI Hadir Dengan Desain Tipis & Graphene
- Spesifikasi ACER Nitro Blaze 11, PC Gaming Tabletop Inovatif
- Acer Sukses Gelar Smart School Awards 2025
Altos IFP Series hadir sebagai perangkat pembelajaran digital yang dikembangkan dengan memperhatikan aspek regulasi dan kebutuhan lapangan. Acer menghadirkan desain yang lebih tipis dan fungsional, dipadukan dengan fitur kolaborasi untuk mendukung pembelajaran tatap muka maupun hybrid. Dengan pendekatan ini, Acer memposisikan Altos IFP sebagai solusi yang siap masuk dalam skema pengadaan pendidikan.

Acer menegaskan bahwa Altos IFP Series telah memenuhi ketentuan TKDN lebih dari 42 persen untuk setiap varian, bahkan mencatat TKDN dan BMP di atas 44 persen. Capaian ini menempatkan Altos IFP sebagai perangkat pembelajaran digital yang selaras dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong penggunaan produk dalam negeri serta penguatan industri teknologi nasional.
Selain memenuhi regulasi, Altos IFP Series juga menawarkan fungsi pembelajaran yang relevan di ruang kelas. Guru dapat menulis, menggambar, dan memberi koreksi langsung di layar melalui fitur Direct Instruction, sementara siswa berinteraksi langsung dengan konten menggunakan sentuhan jari atau stylus. Pendekatan ini mendorong keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar.

Acer juga menyematkan Whiteboard Software yang memungkinkan pembagian layar ke beberapa area kerja. Fitur ini memudahkan beberapa siswa menjawab soal atau berdiskusi secara bersamaan. Dukungan free hand drawing menghadirkan kanvas tulis tanpa batas, sementara cloud storage dan berbagi materi melalui QR code mempermudah distribusi bahan ajar di dalam maupun luar kelas.
Untuk kolaborasi lintas perangkat, Acer membekali Altos IFP Series dengan Eshare Pro Wireless Projection. Fitur ini memungkinkan proyeksi nirkabel dari berbagai perangkat dan mendukung kolaborasi hingga sembilan layar sekaligus. Acer juga menambahkan fitur voting digital, screen recording, dan sinkronisasi dengan ponsel pintar untuk mendukung diskusi dan presentasi yang lebih efektif.
Dari sisi tampilan, Altos IFP Series hadir dalam ukuran 65, 75, 86, hingga 98 inci dengan resolusi 4K2K UHD (3840 x 2160). Acer menyematkan dukungan 10-bit color dengan 107 juta spektrum warna untuk menghadirkan visual yang tajam dan akurat. Panel ini juga mendukung 50-point touch display, sehingga beberapa pengguna dapat berinteraksi secara bersamaan.
Acer turut memperhatikan kenyamanan penggunaan jangka panjang. Altos IFP Series telah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland dan membawa teknologi flickerless, BlueLightShield Pro, serta lapisan anti-glare. Kombinasi ini membantu mengurangi kelelahan mata selama sesi belajar yang panjang.
Riko Gunawan, Product and Solutions Director, Acer Indonesia, menegaskan bahwa pembaruan Altos IFP Series ditujukan untuk menjawab kebutuhan sekolah saat ini. Acer ingin menghadirkan perangkat pembelajaran digital yang relevan, aman, dan mendukung proses belajar mengajar yang berkelanjutan.
Melalui Altos Interactive Flat Panel dengan capaian TKDN yang tinggi, Acer menegaskan komitmennya dalam mendukung kebijakan pemerintah dan kebutuhan nyata sekolah. Perangkat ini tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu mengajar, tetapi juga menjadi bagian dari ekosistem pengadaan pendidikan yang berkelanjutan.
Ke depan, pemanfaatan perangkat ber-TKDN seperti Altos IFP akan sangat bergantung pada kesiapan sekolah dalam mengelola infrastruktur, meningkatkan kompetensi pengajar, serta memastikan teknologi digunakan secara konsisten untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia.

