BagusTech – Razer memperluas ekosistem pengembangan game dengan membawa QA Co-AI ke AWS Marketplace. Kehadiran tool ini memberi studio game akses yang lebih sederhana dan cepat untuk mengotomatiskan proses quality assurance tanpa harus repot mengubah workflow yang sudah berjalan. Integrasi penuh dengan layanan AWS membuat QA Co-AI langsung cocok bagi pengembang yang sudah mengandalkan infrastruktur tersebut untuk backend atau hosting game.
Baca Juga
- Razer Bawa Dragon Lore ke Dunia Lewat Koleksi Periferal CS2
- Razer Kolaborasi dengan Riot Games Hadirkan Periferal Edisi 2XKO
- Razer Hadirkan Koleksi Peripheral Gaming Phantom White
Razer pertama kali memperkenalkan QA Co-AI di GDC 2025 dan langsung menarik perhatian industri. Tool ini menawarkan pengalaman QA yang lebih cepat berkat kemampuan deteksi bug otomatis dan alur laporan yang jauh lebih rapi. Setelah melalui masa beta bersama puluhan studio-mulai dari tim AAA hingga indie-Razer menyempurnakan fitur-fitur kuncinya agar lebih stabil dan relevan dengan kebutuhan pengujian game modern.

QA Co-AI menjalankan peran penting dengan bekerja langsung di dalam sesi gameplay. Tool ini mendeteksi masalah performa seperti penurunan frame rate, respons input yang melambat, atau kebocoran memori tanpa harus menunggu tester mencatatnya secara manual. Saat tester menemukan bug, mereka bisa langsung mengambil screenshot lewat hotkey, kemudian menambahkan anotasi visual untuk memperjelas konteks masalah. Semua laporan tersebut dapat masuk secara otomatis ke JIRA sehingga programmer bisa langsung menindaklanjutinya.

Dengan hadir di AWS Marketplace, QA Co-AI memberi studio cara yang lebih efisien dalam pengadaan dan penagihan. Pengembang tidak perlu menambah vendor baru karena semuanya bisa dikelola melalui akun AWS yang sama. AWS juga menyediakan keamanan dan skalabilitas tingkat enterprise, yang membuat QA Co-AI mampu bekerja stabil pada skala proyek apa pun. Razer bahkan menawarkan Enterprise Plan dengan fitur tambahan seperti AI gameplay bug detection untuk pengujian yang lebih mendalam.
Razer menegaskan bahwa otomatisasi QA dapat memangkas waktu pengujian hingga 40%. Dampaknya sangat terasa bagi studio yang ingin mempercepat iterasi gameplay tanpa mengorbankan kualitas. QA Co-AI membantu tim mengurangi pekerjaan administratif dan memberi ruang lebih besar untuk fokus pada pengalaman bermain.

Tool ini juga merupakan bagian dari rangkaian Co-AI, kumpulan solusi AI yang Razer rancang untuk mempercepat proses produksi game. QA Co-AI menjadi tool pertama yang tersedia secara publik, dan Razer berencana merilis lebih banyak lagi dalam waktu dekat.
Studio dapat memperoleh QA Co-AI melalui Private Offers di AWS Marketplace. Sementara itu, pengembang independen bisa mencoba versi gratis yang tersedia di situs resmi Razer.ai. Dengan pendekatan ini, Razer membuka peluang bagi lebih banyak studio untuk meningkatkan standar QA melalui otomatisasi berbasis AI yang praktis dan mudah diintegrasikan.

