BagusTech – PT Roatex Indonesia Toll System (RITS) sedang menyiapkan implementasi Multi Lane Free Flow (MLFF), sistem tol tanpa gerbang berbasis Global Navigation Satellite System (GNSS). Teknologi ini memungkinkan kendaraan melintas tanpa tapping kartu atau berhenti di gerbang tol. Proyek ini menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang ditetapkan sejak 2024.
Direktur Utama PT RITS, Attila Keszeg, menegaskan kesiapan infrastruktur dan ekosistem pendukung. “Kami sudah siap mengimplementasikan teknologi MLFF secara penuh dengan dukungan vendor sistem pembayaran, aplikasi Cantas, perangkat OBU, dan layanan pelanggan 24 jam,” ujarnya.

Baca Juga
- Blibli Hadirkan Perlindungan Gratis 6–24 Bulan Gadget & Elektronik
- Blibli Hadirkan Promo Menarik Huawei Pura80 Series
- Promo Blibli Payday Dari 25 Sampai 27 Agustus 2025
Teknologi GNSS dan Pembayaran Pembayaran MLFF Indonesia
Melalui GNSS, sistem ini akan menghitung tarif tol secara otomatis berdasarkan posisi kendaraan. Pengguna bisa memilih cara bayar paling praktis, mulai dari aplikasi Cantas, perangkat On-Board Unit (OBU), hingga tiket rute untuk satu kali perjalanan. Semua pembayaran berlangsung real-time tanpa perlu berhenti di gerbang.
Teknologi ini bukan hanya mempermudah pengguna, tapi juga memangkas waktu tempuh, mengurangi kemacetan, dan menurunkan emisi kendaraan.
Fokus pada Keamanan dan Keandalan
Untuk menjaga keamanan data dan sistem, PT RITS membentuk Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sesuai arahan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Dukungan juga datang dari Nur Achmadi Salmawan, Direktur Keamanan Siber BSSN, yang menilai MLFF sebagai bagian penting dari modernisasi sistem tol nasional.
BSSN memastikan keamanan digital berjalan ketat agar pengguna merasa aman saat melakukan transaksi tol nirsentuh.
Dampak Ekonomi dan Kolaborasi
Studi PT RITS tahun 2020 mencatat, kemacetan di tol menyebabkan kerugian lebih dari USD 300 juta per tahun, sementara Bank Dunia mencatat total kerugian hingga USD 4 miliar. Implementasi MLFF diharapkan menghemat waktu, mengurangi beban ekonomi, dan meningkatkan pendapatan negara.
Sebagai perbandingan, Hungaria—negara asal teknologi ini—berhasil meningkatkan pendapatan negara hingga 392% setelah 11 tahun menerapkan sistem serupa.
Keberhasilan MLFF bergantung pada kolaborasi antara Kementerian PUPR, BPJT, operator tol, dan Korlantas Polri. Ir. R. Sony Sulaksono Wibowo dari BPJT menilai, payung hukum dan integrasi teknis menjadi kunci agar sistem berjalan lancar.
Renaldi Utomo, Direktur PT RITS, menambahkan bahwa pihaknya siap berkolaborasi lebih luas sambil menunggu hasil kajian pemerintah. “Kami menantikan kelanjutan dari pihak terkait agar percepatan implementasi bisa segera terwujud,” katanya.
Dengan dukungan investasi besar dan kesiapan teknologi, MLFF menjadi langkah nyata menuju sistem tol modern. PT RITS menargetkan Indonesia bisa meniru sukses Hungaria: lalu lintas lebih lancar, emisi berkurang, dan pendapatan meningkat.
Teknologi ini bukan sekadar inovasi, melainkan simbol perubahan menuju transportasi yang efisien, aman, dan berkelanjutan.

